loading...


Dok SMPN 8 Solo

SOLO – Hari Minggu (29/4/2018) bertepatan dengan gelaran Solo Menari, merupakan saat istimewa bagi SMPN 8 Solo.

Selain mengirimkan tim penari gambyong, sekolah yang dikepalai Triad Suparman,M.Pd
itu juga mengirimkan tim pemungut sampah di Jalan Slamet Riyadi.

Tak heran, karena SMPN 8 Solo merupakan sekolah Adiwiyata yang sudah mendapatkan juara tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang rencananya akanaju ke tingkat nasional.

Triad Suparman dalam rilisnya ke Joglosemarnews menjelalskan,  siswa SMPN 8 setiap hari sudah terbiasa melakukan gerakan pungut sampah di sekolah.

Baca Juga :  8.023 Kendaraan Terjaring Operasi Zebra Candi 2018 di Solo

Khusus tim Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang diterjunkan ke arena Car Free Day (CFD)  ini, menurut Triad berjumlah 15 orang.

“Semboyan tim GPS ini, bahwa kebwrsihan adalah bagian dari an,” paparnya.

Sementara itu terkait dengan event Solo Menari, jelas Triad,  SMPN mengirimkan penari sejumlah 60 anak.

Penari yang didampingi oleh Ch. Endah Setyowati,S.Pd. dan Nanik Hari Mangestu, S.Pd. ini sangat antusias.

Baca Juga :  Pembangunan KA Bandara Solo Capai 30%, Menhub Targetkan Maret 2019 Selesai

“Tari gambyong ini sebenarnya merupakan salah satu warisan budaya leluhur yang harus dipertahankan,”  jelas Endah.

Sedangkan kepala sekolah Triad Suparman berharap  agar para penari dari SMP N 8 bisa ikut menjaga kelestarian budaya Jawa  sekaligus untuk persiapan pentas pada  hari jadi SMP Mei.
“Acaranya mulai daei jam 06.00 dan  berakhir pada pukul 09.00 WIB, menyesuaikan jam CFD setiap hari Minggu,” paparnya. # Suhamdani

Loading...