loading...


Syekh Besar Alzhar, Ahmed Mohamed Eltayeb saat bereda di Gedung Siti Walidah UMS, Rabu (2/5/2018)

 

SUKOHARJO-Syekh Besar Al Azhar, Prof Dr Ahmed Mohamed Ahmed Eltayeb mengapresiasi peran-peran Indonesia dalam kancah dunia khususnya negera-negara Islam dalam mendorong konsep-konsep Islam yang ramah dan menghargai perbedaan.

“Saya mencintai Indonesia dan rakyatnya dan saya juga mencintai segala macam yang dilakukan Indonesia terhadap Negara-negara Islam yang lain,” ungkapnya saat memberikan pidato di hadapan para pimpinan perguruan tinggi dan pengelola pesantren di lingkungan Muhammadiyah.

Salah satu langkag Indonesia yang mendapat pujian dari Mohamed Eltayeb adalah kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan cendekiawan muslim dunia yang membahas tentang Wasatiyat Al Islam atau islam moderat selama tiga hari 1-3 Mei di Bogor. Syekh Besar Al Azhar menjadi pembicara utama dalam forum tersebut yang dihadiri 100 ulama dan cendekiawan muslim dari seluruh dunia.

Konsep ajaran Islam yang dikembangkan di Indonesia, lanjut Mohamed Altayeb, sudah sesuai dengan yang dilakukan oleh Al Azhar yang menghargai kemajemukan.

Baca Juga :  Iwan Adranacus Terbata-bata Ucapkan Kata Maaf Dalam Sidang

“Ada prinsip yang dikembangkan yang sesuai Alquran dan Assunah. Yaitu untuk senantiansa hidup berdamai, karena pada dasarnya manusia diciptakan Allah SWT berbeda-beda. Prinsip kedua, adalah Allah menciptakan ideologi atau keyakinan yang berbeda-beda, dan mereka umat manusia tak bisa tak mungkin dijadikan dalam satu keyakinan saja, dan tak mungkin menggiring semua manusia pada satu agama atau satu pemikiran,” tambahnya.

Dia mencontohkan, bagaimana sidik jari satu orang dengan lainnya saja berbeda. Bahkan menurut pengetahuan, sidik jari satu dengan lainnya berbeda tak ada yang sama. “Prinsip ini sesuai firman Allah, kalau Allah menginginkan niscaya umat manusia menjadi satu tapi manusia dijadikan berbeda-beda, kalau kia melihat tafsiran ayat maka semuanya diciptakan berbeda-beda bahkan dengan perbedaan itulah Allah menciptakan kita semua,” urainya.

“Dalam Alquran disebutkan berbeda suku, bahasa, warna kulit maka berarti mustahil jika kita menginginkan semua manusia menjadi muslim. Kalau kenyataanya demikian maka tidak bisa ktia memaksakan mereka menjadi satu, ada sebagian yang memaksakan anda mau masuk Islam atau tidak tapi itu bertentangan dengan prinsip tadi. Karena itu Islam tidak memaksakan terhadap seseorang pada keyakinan mereka.”

Baca Juga :  8.023 Kendaraan Terjaring Operasi Zebra Candi 2018 di Solo

Ditambahkan Mohamed Eltayeb, Allah pun sudah mengatakan siapa yang akan beriman silakan, siapa yang kufur silakan. “Kita melihat adanya banyak pemikiran yang salah di mana mereka memaksakan pemikiran utnuk mengikuti pemikiran mereka. Karena keyakinan itu tidak bisa dipaksakan. Dan keyakinan itu merupakan suatu yang ada dalam hati dan tidak bisa dipaksakan, walau dipaksa hatinya menentang itu,” urainya.

Karena itu, lanjut dia, tak ada gunanya mengatakan seseorang harus meyakini satu keyakinan, tidak bisa juga kita mempengaruhi orang untuk sama dengan keyakinan kita dengan iming-iming harta dan jabatan karena keyakinan itu ada dalam hatinya.

Baca Juga :  UKM Taekwondo Unisri Gelar Kegiatan Upgrading

Usai ramah tamah dengan jajaran pimpinan PP Muhammadiyah dan Pimpinan UMS, Syekh Besar Al Azhar juga memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika UMS. Di hadapan sekitar 7.000 mahasiswa, dosen UMS, Syekh Besar Alazhar didampingi oleh Rektor UMS Dr sofyan Anif Msi dan Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mukti.(Triawati Purwanto)

 

Loading...