loading...


Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat menunjukkan dua pucuk pistol yang dijadikan senjata oleh sindikat perampok juragan beras yang dilumpuhkan di Semarang. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Benang merah kasus perampokan terhadap juragan beras,  Triyono (52) asal Jekani,  Mondokan,  di Plupuh,  8 Februari silam akhirnya terkuak. Dua perampok berpistol asal Semarang yang menggasak tas isi Rp 275 juta milik korban,  ternyata sudah mendapat bocoran terlebih dahulu sebelum beraksi.

Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman mengungkapkan dari hasil penyidikan kedua perampok yang berhasil dilumpuhkan dua hari lalu,  terungkap bahwa mereka menjalankan aksi setelah mendapat bocoran informasi soal rencana pengambilan uang bayaran yang dilakukan korban pada hari kejadian.

Siapakah pembocornya?  “Jadi pelaku sehari sebelumnya mendapat informasi dari seseorang berinisial WND tentang setoran uang yang diterima oleh korban. Dari info tersebut kedua pelaku mengamati lokasi pengglingan padi tempat korban menerima uang di Karanganyar Plupuh, ” papar Kapolres Minggu (20/5/2018).

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Xenia Hancur Gasak Tronton di Tol Sragen-Ngawi Wilayah Sambungmacan. Dua Orang Tewas Mengenaskan

Dari informasi itu,  pelaku kemudian membuntuti dengan sepeda motor R 15.  Setelah memastikan korban selesai bertransaksi,  sewaktu korban berhenti untuk salat di Musala Keyongan,  Ngrombo,  Plupuh,  kedua tersangka langsung beraksi.

Tersangka Kumaidi yang bertindak sebagai eksekutor dengan sihap merangsek ke truk dan mengambil tas berisi uang pembayaran di kabin truk sebelah kiri. Sembari menodongkan pistol ke kepala Triyono, pelaku menggasak tas berisi Rp 275 juta.

Usai menggondol tas,  kedua pelaku melarikan diri ke uraha arah Gemolong. Sewaktu dikejar oleh warga bernama Sri Hartanto dan nyaris dihentikan,  pelaku langsung menodongkan senjata jenis FN ke kepala Sri yang akhirnya membuat Sri beringsut mundur.

Baca Juga :  Dana BKK Cor Jalan Diduga Bocor Jutaan Rupiah, Warga Sepat Masaran Demo Bawa Spanduk Tengkorak 

Lantas siapakan WND,  oknum pembocor informasi transaksi uang kepada perampok itu. Kapolres menyebut saat ini oknum itu sedang dalam pengejaran.

“Dia sudah kami tetapkan sebagai DPO dan masih dalam pengejaran. Doakan mudah-mudahan segera tertangkap, ” tukasnya.

Kedua perampok yang kemudian dilumpuhkan itu diketahui bernama Kumaidi alias Agus Bondan (38) asal Dukuh Kudu RT 6/5, Desa Kudu, Genuk, Semarang dan rekannya Muhammad Pakhurroji alias Matrozzi (34) asal Dukuh Muhararjo, RT 7/2, Kunduran, Blora, atau alamat lain di Ngaringan, Grobogan.

Baca Juga :  Pemkab Sragen Bangun 2 Masjid Rp Senilai 1 Miliar di Lombok Utara Yang Luluhlantak Disapu Gempa. Didanai APBD 2018, Ada Tugu Gadingnya.. 

Kumaidi diketahui merupakan otak dan eksekutor sedangkan Matrozzi sebagai joki atau pengendara yang memboncengkan. Keduanya dibekuk secara beruntun melalui pengusutan dan undercover hampir tiga bulan. Wardoyo

 

Loading...