Beranda Daerah Wonogiri Waspada Aksi Rentenir Berkedok Koperasi, Ini yang Harus Dilakukan

Waspada Aksi Rentenir Berkedok Koperasi, Ini yang Harus Dilakukan

154
BAGIKAN
Ketua DPRD Wonogiri, Setyo Sukarno

WONOGIRI-Ulah rentenir saat ini masih merebak di wilayah Wonogiri. Sasarannya ibu rumah tangga dan pedagang kecil yang beberapa di antaranya jauh dari perkotaan.

Menanggapi hal itu, DPRD Wonogiri sudah turun tangan. Sejumlah kegiatan dengar pendapat pun digelar dengan menghadirkan pihak berkompeten.

“Para pelaku yang meminjamkan uang mengatasnamakan koperasi tetapi beroperasi tidak layaknya koperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Ketua DPRD Wonogiri, Setyo Sukarno, Rabu (16/5/2018).

Banyak yang dirugikan, sebut dia, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan pedagang kecil. Mereka sampai tidak bisa melunasi pinjamannya sehingga harus menjual aset yang dimilikinya. Pasalnya ada tekanan dan bunga diperhitungkan menjadi hutang modal alias termasuk praktek rentenir.

“Masyarakat Wonogiri belum maksimal dalam memanfaatkan fasilitas pemerintah melalui jasa keuangan seperti bank, BPR dan koperasi yang resmi sebagai tempat peminjaman modal untuk usahanya,” terang dia.

Pemerintah Daerah melalui OPD terkait, menurut dia, diminta menertibkan koperasi-koperasi yang beroperasi di luar prosedur dan fungsinya. Juga membina, kalau perlu memberikan sanksi jika ditemukan ada yang melanggar ketentuan.

Baca Juga :  Wonogiri Langganan Bencana, Tidak Kenal Musim

Lembaga jasa keuangan pemerintah baik perbankan dan koperasi agar berperan aktif untuk masuk ke wilayah-wilayah terpencil. Dengan mangadakan sosialisasi tentang fasilitas yang dapat dimanfaatkan agar tidak terjerat praktek rentenir.

“Organisasi kemasyarakatan juga dimohon peran aktifnya untuk mengawasi beroperasinya praktek rentenir dan melaporkan ke pemerintah daerah melalui OPD terkait agar dapat dicegah secara dini sehingga tidak merugikan masyarakat,” pungkas dia. Aris Arianto