JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

74.000 orang kunjungi Gembira Loka Zoo Selama Libur Lebaran

TrribunJogja.com/Istimewa
TrribunJogja.com/Istimewa

JOGJA–Selama liburan Lebaran terhitung mulai tanggal 15 Juni hingga 21 Juni 2018 Gembira Loka Zoo dikunjungi 74.970 orang.

Peningkatan jumlah pengunjung ini lazim terjadi ketika libur lebaran tiba.

Sesuai dengan tagline Gembira Loka Zoo “Bukan Sekedar Rekreasi,” di musim libur Lebaran 2018 beberapa hal baru dihadirkan untuk memberikan kepuasan bagi pengunjung Gembira Loka Zoo.

Di antaranya, hadir Zona Cakar (Scratch Zone), PES (Presentasi & Edukasi Satwa) burung dengan panggung terapung dan pengembangan area petting zoo.

Selain itu, juga disediakan jasa layanan parkir antar GO-ZOO, serta penambahan fasilitas yang membantu memudahkan aktivitas pengunjung ketika berekreasi menjadi suguhan utama yang ditawarkan oleh Gembira Loka Zoo.

Sistem zonasi dalam pembangunan area satwa di Gembira Loka Zoo sudah berlangsung sejak
2010.

Setelah kehadiran taman reptil dan amfibi (Reptil and Amphibian Park) dan taman burung (Bird Park), GL Zoo menghadirkan zona cakar (Scratch Zone) yang berisikan berbagai hewan karnivora.

Hal ini disampaikan Eros Yan Renanda, Kepala Bagian Humas Departemen Pemasaran Gembira Loka Zoo, Jumat (22/6/2018).

Baca Juga :  Bantu UMKM, Pemkot Yogya Tetapkan Jalur Sepeda Wisata

Eros menjelaskan, Zona cakar dibangun diatas lahan seluas ± 1,5 hektar.

Dalam merancang zona cakar, GL Zoo mengajak konsultan desain kandang dari luar negeri.

Desain kandang tersebut dibuat seperti habitat asli di alam liar untuk memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung dalam mengamati tingkah laku satwa.

Area kandang akan dihiasi oleh air terjun serta sungai kecil yang mengalir untuk menambah suasana hutan Asia
Tenggara yang menjadi salah satu konsep penataan kandang di zona cakar.

Dengan jarak satwa yang hanya terpisahkan oleh kaca tentunya akan memberikan sensasi tersendiri bagi pengunjung.

Sensasi menjadi satu dengan hewanhewan karnivora di alamnya.

Selain zona cakar, GL Zoo juga melakukan inovasi di bidang edukasi melalui PES (presentasi dan edukasi satwa).

“PES yang dulunya bernamakan GST (gelar satwa terampil) kini hadir dengan wajah baru. Jika dahulunya burung dan mamalia tampil bersama dalam panggung PES, kini khususnya burung akan tampil terpisah di atas kapal tongkang atau ponton yang mengapung di danau Mayang Tirta. PES burung bertujuan untuk memberikan edukasi bagi pengunjung mengenai perilaku burung di habitat aslinya,” jelas Eros.

Baca Juga :  Tak Hafal Medan, Dua Wisawatan Kecelakaan di Tikungan Gedang Klutuk Girisubo

Lanjut Eros, PES burung menampilkan jenis- jenis burung paruh bengkok dan berbagai macam elang yang tergabung dalam kelompok raptor.

Puluhan burung tersebut akan terbang bebas di atas danau Mayang Tirta, bermanuver menghibur pengunjung dan memberikan nilai lebih dalam bentuk edukasi.

Masih tentang misi Gembira Loka Zoo sebagai sarana edukasi bagi pengunjung, kini wahana
edukasi petting zoo hadir semakin lengkap.

Pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan keledai, domba batur, kuda poni, rusa tutul, kelinci, marmut, kura-kura Sulcata, kura-kura Emys, dan kambing Ceko.

Satwa-satwa ini termasuk jenis pet animal atau hewan peliharaan, sangatlah jinak dan aman dari penyakit karena dirawat secara higienis, serta tidak termasuk satwa yang dilindungi.

Oleh karena itu, pengunjung bisa bebas berinteraksi dan mengenalkan satwa ke anak-anak sejak dini agar mencintai dan melestarikan jenis satwa dari bahaya kepunahan.

www.tribunnews.com

Editor: Ari Nugroho