JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

DPRD Sragen Ungkap Perawatan Jalan Hanya Asal-Asalan. Ditemukan Pakai Dastu Tanpa Pemadatan

Kondisi salah satu ruas jalan di Gesi yang rusak dan hanya ditambal dastu tanpa pemadatan sehingga menimbulkan keluhan masyarakat dan sorotan dari DPRD. Foto/Wardoyo
Kondisi salah satu ruas jalan di Gesi yang rusak dan hanya ditambal dastu tanpa pemadatan sehingga menimbulkan keluhan masyarakat dan sorotan dari DPRD. Foto/Wardoyo

SRAGEN– Kalangan DPRD Sragen menyoroti pekerjaan perawatan sejumlah ruas jalan yang akan dibangun tahun 2018 ini. Pasalnya hasil inspeksi ke sejumlah ruas jalan, ditemukan banyak pekerjaan perawatan yang dinilai asal-asalan.

Hal itu salah satunya diungkapkan oleh anggota Komisi III DPRD Sragen, Mualim Sugiyono. Dari pantauanya di lapangan, banyak ruas jalan yang akan dibangun, hanya ditambal dengan material padas dan batu (dastu) tanpa ada pemadatan.

“Dampaknya akhirnya malah memunculkan debu karena tidak dipadatkan dulu. Lalu tambalan urug yang hanya padas dan watu itu nggak bikin jalan bisa dilewati, tapi malah rusaknya tambah parah. Harusnya untuk perawatan itu ditambal pakai pasir watu (sirtu) dan dipadatkan sehingga yang berlubang bisa tertutup dan bisa dilewati sambil menunggu proyek pembangunan jalan,” paparnya kepada wartawan Rabu (20/6/2018).

Baca Juga :  Curhat Sukiman Usai Gagal Daftar ke Pilkada Sragen. Ungkap Perjuangan 10 Hari Rela Bertahan di Jakarta Demi Kejar Rekom, Ternyata Semua Ikhtiar Berakhir Sia-Sia

Legislator asal Demokrat itu menuturkan salah satu ruas jalan yang ditambal asal-asalan itu ia temukan di wilayah Tanggan, Gesi.

Menurutnya, anggaran untuk perawatan sebenarnya sudah ada dan lumayan besar. Dan perawatan itu menjadi tanggungjawab dinas terkait.

Baca Juga :  Tak Mau Berleha-Leha, Cabup Yuni Tetap Akan Kerahkan Tim Pemenangan Gerakkan Warga ke TPS Meski Hanya Lawan Kotak Kosong. Berharap Tak Anggap Pilkada Sudah Selesai Tanpa ke TPS!

Dengan pekerjaan perawatan yang dinilai tak sesuai spesifikasi dan penambalan terkesan asal-asalan itu akhirnya merugikan masyarakat.

“Dengan tambalan yang nggak dipadatkan, kalau kena hujan malah jadi becek dan parah. Kami berharap dinas PU bisa lebih profesional dalam melaksanakan perawatan jalan. Sehingga anggaran yang besar untuk itu, tidak sia-sia, ” tukasnya. Wardoyo