loading...
Loading...
Pencegahan radikalisme

MADIUN- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir meminta para mahasiswa baru mencatatkan akun media sosialnya pada perguruan tinggi masing-masing. Instruksi itu disampaikan Menteri untuk memantau indikasi adanya radikalisme di kampus.

“Rektor yang memonitor dan mengawasi,” kata Menristekdikti ketika meresmikan pembangunan gedung Akademi Komunitas Negeri Madiun.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Blangko SIM di Polres Sragen Sudah Tersedia. Besok 633 SIM Bakal Diantar Langsung ke Alamat Pemohon, Ini Daftarnya! 

Jika ada indikasi mahasiswa terpapar radikalisme, ujar Menteri, kampus akan melakukan pendampingan.

“Profiling terhadap pemegang akun-akun itu.’ ujarnya.

Menurut Menteri, media sosial menjadi salah satu sarana yang perlu diwaspadai dan diperhatikan dalam penyebaran paham radikal. Karena itu, untuk memastikan mahasiswa aman dari paparan radikalisme, Nasir meminta kampus turut menelusuri rekam jejak digital mahasiswanya.

Baca Juga :  Bursa Pilkada Sragen 2020, Bupati Yuni CLBK, Wabup Siapkan Antisipasi Tragedi Karanganyar Jilid 2 

Menteri mengatakan radikalisme dapat memecah belah persatuan bangsa. Karena itu, setiap warga perlu ikut terlibat dalam pengawasan di kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai merasa menang sendiri, merasa benar sendiri. Radikalisme harus dibasmi.” tukasnya.

Baca Juga :  Gara-Gara Korek Sebatang, Rp 24 Miliar Ludes Dalam Hitungan Jam di Doyong Sragen. Tersangkanya Kakek 59 Tahun

Selain memantau akun-akun media sosial mahasiswa untuk mendeteksi indikasi radikalisme di kampus, kata Menteri, upaya lainnya juga bisa melalui sistem pembelajaran.

Rencananya, Menteri Nasir akan mengumpulkan semua rektor perguruan tinggi negeri se-Indonesia untuk membahas masalah radikalisme di dalam kampus pada 25 Juni 2018.

www.teras.id

 

Loading...