JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Ini Kisah Nyata, Setelah 30 Tahun Terisolasi di Pulau Terpencil, Pria Ini Dipaksa Hidup di Peradaban Modern

Tribunnews

Masafumi Nagasaki (82), orang yang dibuang secara sukarela dan tinggal di pulau Sotobanari yang terisolasi di wilayah Jepang.

Baru-baru ini dia dibawa kembali ke peradaban setelah hampir tiga dekade (30 tahun) hidup sendiri.

Menurut penjelajah Spanyol Alvaro Cerezo, Nagasaki, yang dianggap sebagai orang terbuang sukarela yang telah hidup paling lama di pulau terpencil, tiba di pulau Sotobanari lebih dari 29 tahun lalu.

Cerezo adalah seseorang yang mendokumentasikan pulau-pulau yang terbuang.

Dia pernah menghabiskan lima hari bersama Nagasaki pada tahun 2014 dan dia melihat secara langsung bagaimana pria tua itu hidup dalam isolasi total dunia luar.

Meskipun sendirian di pulau itu, Nagasaki memiliki sistem bertahan hidup yang dia jalani.
Dalam artikelnya, Cerezo mendokumentasikan pengalaman yang dia miliki selama bersama Nagasaki yang kemudian dikenal luas sebagai ‘Naked Hermit’.

Selama tinggal di sana, Cerezo harus mengikuti beberapa aturan ketat termasuk, sebelum memasuki tenda harus mencuci kaki dengan semangkuk air yang ditinggalkan di pintu masuk.

Selain itu hanya ada dua toilet di pulau itu, satu di setiap ujung pantai, tetapi pertama-tama harus mencari ke arah mana arus berjalan.
Dia harus pergi ke toilet di ujung pantai di mana arus akan mengalir, sehingga kotoran akan mengalir bersama arus.

Baca Juga :  50 Negara Jatuh ke Jurang Resesi Gara-gara Pandemi Covid-19, Mulai dari Malaysia hingga Amerika Serikat. Ini Daftar Lengkapnya

Yang menarik dari pengalaman Cerezo adalah meskipun hidup di tempat terpencil, Nagasaki masih mempertahankan ketepatan waktu yang sangat dikenal di Jepang.

Saat Cerezo muncul di kamp dengan keterlambatan lima menit, Nagasaki menjadi sangat marah padanya.

Apa yang dilakukan Nagasaki juga luar biasa, dia membersihkan pantai, bahkan mencuci karang atau kayu.

Cerezo mengakui bahwa pulau yang ditempati Nagasaki jauh lebih bersih dibandingkan resor kelas atas.

Nagasaki tiba di pulau itu pertama kalinya tahun 1989 ketika dia berusia sekitar 53 tahun.
Tidak jelas bagaimana kehidupan masa lalunya sebelum dia terbuang karena dia tidak ingin berbicara atau mendengar tentang hal itu.

Namun, diyakini bahwa dia bekerja sebagai seorang fotografer sebelumnya dan dia memiliki istri dengan dua anak.

Selain sebagai fotografer, Nagasaki juga memiliki pekerjaan lain sebagai pekerja pabrik di Osaka, pekerja hotel di Shizouka, dan pelayan bar di Osaka.

Baca Juga :  Pria Thailand Ini Punya 120 Istri, dan Uniknya, Semuanya Saling Akur

Nagasaki berkata, “Menemukan tempat untuk mati adalah hal yang penting untuk dilakukan dan saya telah memutuskan berada di sini, ini tempat bagi saya.”

Nagasaki juga berkata bahwa tidak pernah terpikir olehnya sebelumnya tentang betapa pentingnya memilih tempat kematian, seperi rumah sakita atau rumah dengan keluarga di sisinya, tapi mati dengan dikelilingi alam tak pernah ada yang mengalahkannya.

Namun, nampaknya hal itu tak akan terjadi setelah baru-baru ini dia diusir dari pulau tersebut karena seseorang melihatnya pada April 2018.

“Dia dikeluarkan dari pulau, seseorang melihatnya di pulau dan sepertinya dia lemah,” kata Cazero.

“Mereka memanggil polisi dan membawanya kembali ke peradaban. Dia bahkan tidak bisa melawan karena dia lemah. Mereka tidak akan membiarkan dia kembali.”

Untungnya, Nagasaki yang sekarang tinggal di sebuah rumah pemerintah di Ishigaki menjadi lebih baik.

Kesehatannya baik, dia mungkin hanya sakit atau flu, tetapi mereka tidak akan membiarkan dia kembali lagi ke pulau itu. #Tribunnews