JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Haru Pemudik Bapak-Anak asal Jakarta Yang Tertinggal Rombongan Saat Salat di Rest Area Sragen. Dipertemukan Keluarga Berkat Telepon Polisi

Sutrasno (54) pemudik asal Jakarta dan putra bungsunya saat dipertemukan kembali dengan keluarganya setelah sempat tertinggal di Rest Area Tol Soker Masaran, Sragen. Foto/Wardoyo
Sutrasno (54) pemudik asal Jakarta dan putra bungsunya saat dipertemukan kembali dengan keluarganya setelah sempat tertinggal di Rest Area Tol Soker Masaran, Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Arus mudik Lebaran selalu menghadirkan kisah-kisah humanis yang kadang hadir oleh keadaan tanpa bisa diprediksi. Seperti kisah haru bapak anak asal Jakarta yang akhirnya dipertemukan kembali dengan keluarganya setelah sempat tertinggal 123 kilometer oleh rombongan keluarganya.

Kisah itu menimpa Sutrasno (54), karyawan swasta asal Graha Prima Blok 1A No.15, RT 2/7, Desa Satriya Jaya, Tambun Utara,  Bekasi, Jakarta dan putra bungsunya yang berusia 16 tahun.

Bapak anak itu diketahui sempat syok setelah tertinggal oleh mobil yang dikemudikan putranya, Ifan Hendra Adinata (24) saat hendak perjalanan arus mudik ke Bali, Selasa (19/6/2018). Keduanya diketahui tertinggal di rest area jalur Tol Solo-Kertosono (Soker) wilayah Masaran, Sragen.

Menurut keterangan Sutrasno saat melapor ke Pos Pam Rest Area Masaran, cerita berawal ketika Selasa (19/6/2018) dirinya hendak perjalanan ke Bali. Ia naik mobil Daihatsu Xenia B 1057 FFF. Di dalam mobil Sutrasno bersama dua orang putranya dan putranya yang besar,  Ifan sebagai pengemudi.

Setelah menempuh perjalanan panjang via tol,  mereka sampai di Tol Soker wilayah Masaran, KM 519, Selasa (19/6/2018) pagi pukul 05.30 WIB. Mereka pun berniat singgah di rest area untuk salat subuh dan beristirahat.

Baca Juga :  Gagal Usung Calon, Kader dan Simpatisan PKS di Sragen Dihimbau Tetap Konsisten Taati Keputusan Abstain pada Pilkada

Kemudian sang bapak dan satu putranya berusia 16 tahun, turun dari mobil untuk salat dan ke toilet.

Sementara mobil berjalan menuju parkiran dengan di dalamnya masih tinggal, Ifan yang mengemudi dan satu putra lainnya.

Sutrasno saat melapor ke Pos Pam Rest Area Masaran. Foto/Wardoyo

Sekitar satu jam salat, ke toilet dan rehat, Sutrasno dan putranya berniat kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan. Namun mereka kaget saat mendapati mobil mereka sudah tidak ada di lokasi parkiran.

Sempat dicari-cari keliling rest area, mobil Xenia yang ditumpangi juga tak ada tampak. Dalam kondisi bingung,  Sutrasno berusaha menelepon Ifan, putranya yang mengemudi.

Entah apa yang terjadi, belasan kali panggilan yang dilakukannya dan anaknya ke HP Ifan ternyata tak jua diangkat. Dalam kondisi Pasrah,  Sutrasno bersama satu putranya itu akhirnya memberanikan diri melapor ke Pos Pam Rest Area Masaran untuk meminta bantuan.

“Saat datang ke Pos Pam, beliau ini mengaku tertinggal mobil dan minta dibantu dipanggilkan putranya yang mengemudi mobil. Saat dihubungi salah satu petugas kami, Ifan baru mengangkat telepon dan berbalik ke rest area Masaran. Alhamdulillah akhirnya keluarga yang terpisah itu bisa dipertemukan kembali, ” papar Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman Selasa (19/6/2018).

Baca Juga :  Ramai-ramai Pilkada Ditunda, Bupati Sragen Tegaskan Penundaan Tanpa Kepastian Bukan Solusi. Sebut Dampak Kondusivitas, Legalitas Pemerintahan Hingga Potensi Polemik Berkepanjangan Perlu Dipikirkan!

Saat ditelepon, Ifan mengaku sudah sampai di Wilangan, Ngawi. Dalam teleponnya,  ia mengaku baru tersadar bahwa bapak dan satu adiknya tidak ada di dalam mobil.

Ifan akhirnya mau kembali dan sampai di Rest Area Masaran pukul 06.45 WIB. Suasana haru pun terjadi ketika bapak anak itu akhirnya bisa berkumpul kembali bersama anaknya untuk melanjutkan perjalanan.

Bahkan Sutrasno tak kuasa menahan air mata dan mengaku berterimakasih atas bantuan polisi di Pos Pam Masaran.

Sementara,  Ifan mengaku sama sekali tak ada unsur kesengajaan meninggalkan bapak dan adiknya. Ia sama sekali tak sadar dan baru teringat ketika ditelepon polisi. Ia pun juga berterimakasih pada Polres Sragen yang membantunya mempertemukan kembali dengan bapak dan adiknya.

“Yang bersangkutan mengakui kalau ada human error. Mungkin karena terlalu capek atau pingin cepat sampai sehingga berpengaruh secara psikologis dan konsentrasi sampai lupa bapak dan adiknya tertinggal di rest area, ” ujar Kapolres.

Atas kejadian itu,  Kapolres mengimbau kepada pemudik utamanya pengemudi yang membawa rombongan, senantiasa mengecek kelengkapan rombongannya jika berhenti dan hendak melanjutkan perjalanan kembali.

“Jangan sampai ada yang tertinggal,” pungkasnya. Wardoyo