Beranda Daerah Solo Mudik Lebaran 2018, Jalan Tol Salatiga-Solo Dioperasikan Satu Lajur

Mudik Lebaran 2018, Jalan Tol Salatiga-Solo Dioperasikan Satu Lajur

97
BAGIKAN
tempo.co

SOLO– Mudik Lebaran 2018 ruas tol Salatiga-Colomadu akan dioperasionalkan satu lajur. Kondisi sebagian jalan dilapisi beton rigid pavement dan lane concrete.

Hingga Senin (4/6/2018), pembangunan jembatan Kali Pepe dikebut agar dapat digunakan pemudik saat puncak arus mudik, yang diperkirakan pada 8 Juni 2018. Jalan tol ini memiliki panjang 32,65 kilometer dan dilengkapi dengan dua rest area tipe B di STA 46+700 dan STA 60+900.

Staf SDMU Bidang Humas PT Jasamarga Solo Ngawi, Hudja Arafuddin, mengatakan, saat dioperasikan pada H-7 nanti, jalan tol fungsional ini hanya dibuka pada siang (8-17 Juni 2018) pukul 06.00-17.00 untuk arah Salatiga-Solo. Sedangkan untuk arus balik Solo-Salatiga, kata dia, dibuka pada 18-24 Juni 2018. “Belum ada penerangan yang memadai dan hanya satu lajur maka di malam hari tidak dibuka,” ujarnya Senin, (4/6/ 2018).

Menurut Hudja, pemudik harus berhati-hati karena kondisi jalan memang baru dilapis beton sehingga masih banyak titik bergelombang. “Kami mengimbau kecepatan kendaraan yang melaju tak lebih dari 40 kilometer per jam, demi kemanan,” katanya.

Pemudik yang ke arah Surakarta dan Yogyakarta dapat keluar di pintu jalan tol Colomadu. Sedangkan pemudik dari arah Jakarta, yang ingin ke Surabaya, dapat melanjutkan perjalanan melalui jalan tol Solo-Kertosono melalui seksi Colomadu-Ngawi. Kondisi jalan tol Colomadu-Ngawi sejauh ini sudah siap dengan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, dan lampu penerangan.

Baca Juga :  Kapolda Jateng Larang Keras Pelepasan Balon Udara. Nekat, Diancam 2 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta!

Jalan tol Solo-Kertosono seksi Colomadu-Ngawi (90,35 kilometer) siap dioperasikan dua lajur selama 24 jam pada masa mudik 2018. Adapun seksi Ngawi-Kertosono sepanjang 88,35 kilometer. Di ruas tol itu, kendaraan dapat melaju dengan kecepatan 80-100 kilometer per jam. “Nanti beroperasi pada saat arus mudik, tapi belum dikenakan tarif,” tutur Hudja.

www.tempo.co