JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ribuan Pemohon SKCK Serbu Polres Sragen. Blangko Sidik Jari Kehabisan, Petugas Sampai Dikerahkan Lembur

Ratusan pemohon SKCK saat antri di loket sidik jari Polres Sragen, Kamis (28/6/2018). Foto/Wardoyo
Ratusan pemohon SKCK saat antri di loket sidik jari Polres Sragen, Kamis (28/6/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Memasuki masa pendaftaran calon legislatif, perangkat desa dan badan pengawas pemilu (Bawaslu), Polres Sragen diserbu ribuan masyarakat. Mereka datang untuk mencari surat keterangan berkelakuan baik (SKCK) yang menjadi salah satu persyaratan pendaftaran.

Bahkan,  saking membeludaknya pemohon, Polres sampai kehabisan blangko untuk pemeriksaan sidik jari. Akibatnya, sebagian pemohon terpaksa balik kanan dan diminta balik esok hari menunggu ketersediaan blangko sidik jari.

“Iya, tadi saya sampai sini jam 12.00 WIB, blangko sidik jarinya sudah habis. Kalau blangko SKCK informasi petugasnya masih banyak. Tapi untuk mengurus SKCK,  syaratnya harus sidik jari dulu. Ya terpaksa pulang dulu, karena petugasnya tadi bilang suruh datang lagi besok sambil nunggu blangko, ” ujar Widodo (40), salah satu warga Ngrampal, yang akan mengurus untuk mendaftar perangkat desa ditemui di Polres Kamis (28/6/2018).

Baca Juga :  Razia Malam-Malam, 13 Warga Sragen Tertangkap, 4 Orang Harus Bayar Denda Rp 50.000!

Pantauan di Polres,  antrian padat menghiasi ruangan sidik jari di bagian Identifikasi Reskrim dan ruangan SKCK Satuan Intel yang lokasinya bersebelahan.

Membeludaknya permohonan SKCK itu dibenarkan petugas pelayanan di Sat Intelkam. Menurut salah satu petugas, hampir setiap hari sejak Lebaran,  permohonan SKCK rata-rata mencapai 450-500 orang.

“Untuk pengetikan kemampuan kita hanya seratusan, namun diusahakan malam hari sampai kita lembur. Ya demi pelayanan masyarakat Mas. Direwangi lembur kadang tetep masih numpuk dan tidak mampu semuanya. Makanya harap maklum kalau harus antri, ” ujarnya.

Baca Juga :  Jualan Sepi Dampak Pandemi Covid-19, Tukang Pentol Goreng Asal Tangen Nekat Bunuh Diri Terjun dari Jembatan Sapen. Padahal Anak Keduanya Masih Bayi

Kasat Intelkam hanya membenarkan kalau permohonan memang membeludak. Namun ia enggan menyebutkan untuk apa saja  permohonan SKCK dari masyarakat itu.

Sementara Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman menyampaikan pihaknya sudah menyiagakan personel dan ditekankan untuk ikhlas memberikan pelayanan.

“Bahkan sampai harus lembur. Semua demi masyarakat agar bisa terlayani dengan baik, ” tukasnya. Wardoyo