JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

54 PTKIN di Indonesia Dapatkan Pembiayaan dari Sukuk Negara

Istimewa
Istimewa

SOLO- Sebanyak 54 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari 57 PTKIN di Indonesia telah mendapatkan pembiayaan dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)  atau Sukuk Negara secara bergantian setiap tahun. Salah satunya pembiayaan SBSN untuk gedung perkuliahan di lingkungan PTKIN secara rutin dilakukan sejak tahun 2015 dengan akumulasi nilai pembiayaan sampai dengan tahun 2018 mencapai Rp3,53 Triliun.

Di Kota Solo, salah satu PTKIN penerima pembiayaan SBSN tersebut yaitu Institut Agama Islam  Negeri (IAIN) Surakarta yang melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung pendidikan terpadu dan gedung pusat bahasa IAIN Surakarta. Ground breaking atau peletakan batu pertama dilakukan Senin (23/7/2018), di kampus setempat.

Prosesi ground breaking dilakukan secara bersama-sama oleh Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan pihak kampus IAIN Surakarta. Pembangunan dua gedung masing-masing seluas 3.400 meter persegi tersebut dibiayai melalui SBSN atau Sukuk Negara sebesar Rp 50 miliar.

“Pembiayaan proyek SBSN di Kampus IAIN kali ini merupakan yang kedua kalinya. Pada tahun lalu, dana dari penerbitan SBSN digunakan untuk pembangunan gedung pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Surakarta sebesar Rp 38 miliar,” urai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman.

Baca Juga :  BKKBN RI Ganjar Solo Manggala Karya Kencana

Secara umum, tambah Luky, pembiayaan SBSN untuk proyek di lingkungan Kementerian Agama telah dilakukan sejak tahun 2014 dengan total pembiayaan sampai dengan tahun 2018 mencapai Rp6,34 triliun. Pembiayaan tersebut digunakan untuk pembangunan proyek Asrama Haji, Kantor Urusan Agama dan Manasik Haji, Madrasah, serta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.

Selanjutnya, pada hari yang sama diselenggarakan kegiatan Dialog Kinerja Pembiayaan Proyek Infrastruktur Melalui SBSN TA 2018, di Hotel Alila. Forum tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan unit Eselon I Kementerian/Lembaga (K/L), Pemrakarsa Proyek SBSN, serta stakeholders pembiayaan proyek SBSN yang terdiri dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Agama, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Standardisasi Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Para Rektor Perguruan Tinggi.

“Tujuan dari penyelenggaraan forum Dialog Kinerja tersebut adalah dalam rangka meningkatkan koordinasi terkait kebijakan pembiayaan proyek SBSN, mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek SBSN, dan merumuskan alternatif solusi untuk mendorong kinerja pelaksanaan proyek SBSN oleh K/L,” papar Luky.

Baca Juga :  Front Pemuda Madura Ajak Pemuda Bangkit Di Tengah Pandemi Adopsi Semangat Pertamina

Melalui forum tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek infrastruktur melalui SBSN dan sebagai sarana knowledge sharing terkait kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan proyek selama ini dan problem solving atas kendala-kendala tersebut. Dengan demikian diharapkan akan terjadi dialog yang menghasilkan solusi untuk dapat mendorong percepatan pelaksanaan pekerjaan dan penyelesaian proyek, sehingga realisasi penyerapan anggaran dan realisasi fisik seluruh proyek SBSN pada akhir tahun 2018 dapat optimal.

Sementara.itu, Rektor IAIN Surakarta, Mudofir menambahkan, pembangunan gedung baru IAIN Surakarta tersebut terdiri dari empat lantai.

“Untuk gedung pusat bahasa ini ada tiga lantai dan satu ruang parkir (total empat lantai). Kemudian gedung kedua terdiri dari empat lantai. Didalam gedung terdiri dari beberapa ruang, antara lain ruang teater dan ruang kelas. Proyek pembangunan gedung ini direncanakan selama satu tahun,” tukasnya. Triawati Prihatsari P