JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Anak Hanya Mau Makanan Itu-itu Saja, ini Solusinya

pexels.com
pexels.com

JOGLOSEMARNEWS – Berbicara soal anak memang tak ada habisnya, mulai dari makanan, mainan maupun perilakunya. Orangtua seringkali dibuat resah menghadapi perilaku anaknya yang pilih-pilih makanan atau picky eater.

Anak memilih makanan yang dikonsumsinya. Pada usia tertentu, anak hanya mau mengkonsumsi makanan yang disukainya saja atau tertentu saja. Namun pada usia sekolah, makanan anak lebih beragam. Anak sudah bersosialisasi dan dapat mengamati apa yang dimakan temannya.

“Picky eater muncul di usia awal, 2-3 tahun. Namun, biasanya berkurang pada usia sekolah karena terpengaruh melihat kebiasaan makan teman-temannya,” ujar psikolog anak Rini Hildayani beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  228 Tenaga Kesehatan Dilaporkan Meninggal Akibat Covid-19, Termasuk 9 Dokter Gigi dan 8 Guru Besar. IDI Sebut Masyarakat Banyak yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

Sangat penting bagi orangtua untuk menjadi panutan, karena anak terbiasa dengan apa yang dilihatnya. Pilih-pilih makanan bisa dikarenakan orangtua yang tidak membiasakan menghidangkan salah satu jenis makanan di rumah karena tidak suka.

Sebaiknya, sejak dini anak dikenalkan beragam makanan agar bisa bereksplorasi dalam hal rasa dan tidak didominasi salah satu jenis makanan. Dalam perilaku picky eater, karakteristik anak mempengaruhi anak dalam menghadapi makanan baru.

Anak dengan karakter easy child akan mudah menerima makanan baru. Sedangkan anak yang mempunyai karakter sulit memerlukan waktu yang lama untuk dapat menerima makanan baru.

Baca Juga :  Berbulan-bulan Bekerja di Masa Pandemi Covid-19, Banyak Dokter Residen Alami Depresi dan Jenuh

Lain halnya dengan anak berkarakteristik slow to warm, yang tidak memerlukan waktu terlalu lama dibandingkan difficult child. Menurut pakar gizi Sari Sunda Bulan, mengenalkan beragam makanan harus dibarengi dengan kreativitas orang tua, teknik memasak, dan cara penyajian makanan. Orang tua jangan mudah patah semangat.

“Kalau anak enggak suka brokoli ya sediakan buah yang gizinya dapat menyeimbangkan. Atau kalau sukanya kangkung, cari kreasi masakan dengan cara beda biar anak mau makan, Jangan lupa seimbangkan dengan piramida gizi,” sarannya.

www.tempo.co