JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bawa Petaka, Limbah PG Mojo Sragen Diprotes Warga dan Instansi. Bau Busuk Menyengat, Tanaman Padi Mendadak Mati

Tanaman padi di dekat teknopark yang diketahui mati mendadak diduga akibat terkena air buangan limbah PG Mojo. Foto/Wardoyo
Tanaman padi di dekat teknopark yang diketahui mati mendadak diduga akibat terkena air buangan limbah PG Mojo. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Warga di wilayah Sragen Kota utamanya bagian barat mengeluhkan limbah buangan dari pabrik gula (PG) Mojo. Pasalnya limbah cair berwarna kehitaman yang dibuang di saluran drainase di Sragen kota hingga persawahan itu dinilai banyak merugikan masyarakat.

Selain bau busuk yang mengganggu lingkungan, limbah cairan yang dialirkan ke sawah juga berdampak mematikan tanaman padi yang teraliri.

Keluhan itu mencuat sejak sebulan lalu namun semakin lantanh disuarakan dalam beberapa hari terakhir. Warga yang terdampak berada di wilayah Sragen Kota bagian barat meliputi Mojo, Kuwungsari, Belora hingga Sine.

Tak hanya warga di perkampungan, aliran limbah yang menyengat itu juga dikeluhkan oleh pihak sekolah dan perkantoran yang dialiri saluran buangan limbah pabrik gula di Mojo tersebut.

Baca Juga :  Wilayah Rawan Kekeringan di Sragen Meluas. BPBD Sebut Naik 70 % Menjadi 249 Dukuh, Warga Tangen Mengaku Sudah Malu dan Bosan Didroping

“Sudah ada hampir sebulan sejak ada buangan limbah dari PG Mojo, tiap hari dihadapkan bau busuk yang menyengat. Sangat mengganggu, ” papar Foundra, salah satu warga Sragen Kulon, Kamis (26/7/2018).

Penampakan air limbah buangan dari PG Mojo Sragen yang berwarna kehitaman dan berbau menyengat di saluran dekat perkantoran di Sragen Barat, Kamis (26/7/2018). Foto/Wardoyo

Keluhan yang sama juga mencuat dari siswa dan pegawai yang ada di Beloran hingga Sine. Aliran limbah yang tiap hari tanpa henti itu, dinilai makin menyiksa warga.

Bahkan akibat dampak limbah, tanaman padi yang baru beberapa hari ditanam di beberapa areal di Sine dan dekat Teknopark, dilaporkan mendadak mati diduga terkena aliran limbah.

“Ada beberapa sawah yang terkena air limbah itu, padinya pada mati. Padahal baru ditanam,” tuturnya.

Baca Juga :  Tambah 4 Positif Hari Ini, Total Kasus Covid-19 Sragen Menanjak Jadi 456. Tiga Pasien Dirawat di Rumah Sakit Solo, 684 Kontak Erat dan Total Sudah 59 Meninggal Dunia

Keluhan yang sama juga dialami pegawai yang berada di tepi saluran pembuangan limbah terutama mulai dari Dinas Pendidikan, Kodim, Kejaksaan hingga beberapa sekolah baik SD, SMP hingga SMA yang berlokasi di Tegalsari, Bangak, Kuwungsari,  Sine dan Beloran.

“Sudah hampir sebulan ini baunya (limbah) yang busuk itu sangat mengganggu. Apalagi salurannya lewat depan kantor kami sehingga kami merasakan betul dampak baunya,” ujar Adi, salah satu jaksa di Kejari Sragen.

Warga pun mendesak pihak terkait untuk segera bertindak menghentikan pembuangan limbah PG Mojo yang telah mengganggu lingkungan tersebut.

Sementara hingga berita ini diturunkan, pihak PG Mojo belum berhasil dikonfirmasi. Wardoyo