JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Belum Kering Air Mata Toba, Giliran Kapal Tenggelam di Perairan Lebak Banten

Ilustrasi/Tribunnews

BOGOR –   Kecelakaan transportasi laut ternyata belum berakhir sejak tenggelamnya dua kapal di Danau Toba secara berurutan beberapa waktu lalu. Belum hilang dari ingatan kita akan 2 peristiwa menghebohkan di Danau Toba itu, terjadi lagi kapal tenggelam di perairan Binangeun, Lebak, Banten, Kamis (19/7/2018).

Kapal yang  tenggelam tersebut mengangkut rombongan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Kabiro Hukum, Promosi dan Humas IPB, Yatri Indah Kusuma Astuti membenarkan peristiwa kecelakaan kapal tersebut. Beruntung, semua rombongan yang berjumlah 20 orang tersebut selamat.

“Kejadian itu benar terjadi. Semua tim IPB dan tamu selamat,” kata Yatri.

Menurutnya, rombongan yang terdiri dari para mahasiswa, dosen dan peneliti asing yang total berjumlah 20 orang itu diangkut KM Orange dalam perjalanan pulang setelah melakukan penelitian satwa di Pulau Tinjil.

Baca Juga :  Sampai 17 September, Jumlah Pendaftar Kartu Prakerja Mencapai 26 Juta Orang

Kegiatan penelitian itu bertajuk ’28th Field Course, Conservation Biology and Global Health’ itu dimulai sejak 30 Juni 2018. Tak hanya mahasiswa lokal, ada 7 mahasiswa asing yang juga ikut dalam rombongan. Mereka berasal dari Thailand dan Amerika Serikat.

Persitiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.10 WIB, saat itu tiba-tiba kapal dihantam ombak yang cukup besar saat akan memasuki kawasan Pantai Muara Binuangeun.

“Ketika masuk Muara Binuangeun, kapal itu terkena ombak dari buritan kapal dan air laut masuk ke dalam kamar mesin sehinggga hidrolik kapal rusak dan sulit bergerak hingga akhirnya kapal terbalik,” jelasnya.

Baca Juga :  Faisal Basri: Ekonomi RI Lebih Bagus dari Nepal, Tapi Kalah Jumlah Tes Corona

Beruntung, anggota MUP Binuangeun dibantu masyarakat sekitar membantu menarik para korban ke tepian dan membawa mereka ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Semua penumpang berusaha berenang ke tepian dan berhasil selamat. Saat itu semua penumpang menggunakan pelampung.

Nahas, dua koki lokal yang dibawa peserta yakni Atiah (50) dan Emah (55) meninggal dunia dalam peristiwa ini. Pihaknya pun mengucapkan belasungkawa dan akan memberikan santunan kepada kelurga korban.

“Kami nyatakan duka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini, terutama kepada keluarga kedua korban meninggal,” ucapnya.

Pihaknya juga memberangkatkan tim ke lokasi untuk menyantuni keluarga korban. (Yudhi Maulana Aditama.

www.tribunnews.com