loading...


Ilustrasi Pilkada Serentak

KARANGANYAR-  Pendekatan melalui uang yang selama ini dilakukan oleh bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) untuk meraih simpati masyarakat dalam pemilihan legislatif (Pileg) harus dirubah.

Pendekatan agar terpilih menjadi anggota legislatif, tidak perlu harus dilakukan dengan uang, melainkan melalui pendekatan inter personal dan membagun komunikasi yang baik dengan para pemilih.

Hal tersebut dikatakan psikolog Dewi Novita Kurniasari, Minggu (08/07/2018). Menurut Dewi, Bacaleg itu harus konsisten dan tidak berbuat sesuatu  yang bersifat situasional. Selama ini, pola pendekatannyang dilakukan, lanjut Dewi, adalah dengan menggunakan pendekatan uang atau yang lebih popular dengan politik transaksional,  selain tidak mendidik, pendekatan ini akan berdampak pada tingginya biaya yang harus dikeluarkan oleh bacaleg.

Baca Juga :  Gandeng BNP2TKI, Disnaker Perjuangkan Pengurusan Hak-hak Triyanto, TKI Karanganyar Yang Tewas di Laut Korea 

“Mereka  (bacaleg, red)  berbuat sesuatu untuk rakyat dan bukan hanya situasional. Sekarang ini kan tidak dan sebagian besar menggunakan pendekatan uang. Pola seperti harus dirubah, karena sangat tidak menguntungkan,” kata Dewi.

Saat ini, lanjutnya, sudah bergeser dari apa yang seharusnya dilakukan Ketika saat jadi bacaleg, mereka begitu luar biasanya dengan visi misinya. Tapi setelah terpilih, malah nol implementasi di lapangan dan ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

“Dalam berbagai kesempatan, kami selalu menyampaikan, lakukan pendekatan secara intens kepada masyarakat. Kami menyebutnya dengan pendekatan psikologi qolbu. Mindset pendekatan uang harus dihilangkan, dan Ini yang harus dirubah oleh bacaleg ditahun politik 2019 mendatang. Sehingga, jika terpilih, harus  menjadi wakil rakyat yang benar,” tandasnya.

Baca Juga :  Salut, Warga dan Takmir Masjid Satu Desa Ini Sumbangkan Rp 21 Juta Untuk Korban Gempa Palu-Donggala 

Sementara itu, salah satu bacaleg yang enggan disebutkan namanya, mengaku sulit bagi bacaleg seperti dirinya untuk lepas dari politik uang. Selain melakukan pendekatan secara personal, pendekatan dengan menggunakan uang dinilaijuga sangat efektif, meskipun akan berdampak pada tingginya ongkos politik yang harus dikeluarkan.

“ Saya pikir akan sulit bagi bacaleg manapun untuk lepas dari politik uang. Apalagi di daerah pemilihan yang persaingannya cukup ketat. Mau tidak mau, yah harus mengeluarkan uang,” ujarnya singkat. Wardoyo

Loading...