loading...
Bangunan baru yang mangkrak. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- DPRD Karanganyar menyoroti mangkraknya dua bangunan baru, Balai Penyehatan Akibat Dampak Merokok serta Pusat pengolahan Paska Panen Tanaman Obat yang berada di kompleks perkantoran Cangakan, mangkrak.

Padahal, kedua bangunan yang dibiayai dari dana bagi hasil cukai dan tembakau ini, telah selesai dibangun sejak dua tahun lalu. Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani, mempertanyakan mangkraknya bangunan kantor ini.

Menurut Endang, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan kedua kantor ini, tidak sedikit karena mencapai miliaran.

“ Kami mempertanyakan mangkraknya dua kantor ini. Kenapa tidak segera dimanfaatkan. Kalau memang ada kendala kan bisa dibicarakan,” kata Endang, Selasa (17/07/2018).

Baca Juga :  Empat Warga Karanganyar Kembali Diisolasi Dengan Status Pasien PDP. Total PDP Naik Jadi 8 Orang, Jumlah ODP Lampaui Angka 100 Kasus

Endang mendesak kepada pemerintah  serta dinas terkait untuk segera memfungsikan kedua kantor tersebut.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya, sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Fatkhul Munir, menjuelaskan, belum dimanfaatkannya kedua kantor tersebut lebih disebabkan karena persoalan legalitas. Menurut Fatkhul Munir, rencananya, kedua kantor tersebut, akan digunakan sebagai kantor unit pelayanan teknis (UPT).

“ Kedua kantor tersebut memang belum berfungsi. Saat ini proses legalitas untuk dijadikan sebagai UPT, masih dalam proses,” ujarnya.

Fatkhul Munir tidak dapat memastikan kapan kantor tersebut akan difungsikan.

“ Kapan akan difungsikan, saya belum bisa memastikan. Selain proses legalitas yag terus berjalan, kita juga harus menganggarkan segala perabotan kedua kantor tersebut. Untuk sementara, nanti kita akan fungsikan dulu untuk pemeriksaan IVA bagi masyarakat,” pungksanya. Wardoyo