JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hanya Demi Bonek, Kapolres Sragen Sampai Rela Panas-panasan dan Makan Nasi Bungkus

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman (kanan) menyantap nasi bungkus didampingi KBO AKP Yohanes, Kapolsek Miri AKP Fajar dan Kapolsek Gemolong, AKP Supadi saat pengamanan jalur perbatasan Sragen-Jatim dari masuknya Bonek di Mantingan, Jumat (20/7/2018). Foto/Wardoyo

 

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman (kanan) menyantap nasi bungkus didampingi KBO AKP Yohanes, Kapolsek Miri AKP Fajar dan Kapolsek Gemolong, AKP Supadi saat pengamanan jalur perbatasan Sragen-Jatim dari masuknya Bonek di Mantingan, Jumat (20/7/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Sudah bukan rahasia lagi, sepakbola negeri ini seolah tak lepas dari yang namanya polisi. Bahkan untuk urusan perjalanan suporter saja, hampir semua jalur yang dilewati beberapa kelompok suporter tak jarang harus mendapat prioritas pengamanan ekstra dari aparat berseragam coklat tersebut.

Salah satunya adalah suporter Persebaya yang akrab disebut bondo nekat (Bonek). Sebagai wilayah perbatasan dengan Jatim, jajaran Polres Sragen selalu ketiban sampur acapkali ada pertandingan Persebaya bertanding ke wilayah barat Jawa.

Tak hanya mengawal rombongan bonek yang lewat, pertandingan Persebaya kontra PSIS yang bakal digelar Minggu (22/7/2018) tanpa suporter bonek pun juga tak otomatis membuat polisi berleha-leha.

Baca Juga :  Kampanye Pilkada Sragen, Cabup Yuni Siapkan Konsep Lomba Virtual dan Akan Pilih Cara Santun. "Langsam, Tenang, 9 Desember Menang!"

Bedanya untuk pengamanan laga tanpa Bonek itu, pengamanan lebih diprioritaskan untuk mengantisipasi adanya bonek yang mungkin nekat hendak menonton ke Magelang. Pengamanan sudah digelar sejak Jumat (20/7/2018) pagi hingga tiga hari ke depan.

Tak tanggung-tanggung, puluhan personel diterjunkan menjaga titik perbatasan Sragen-Jatim di Mantingan serta di pos-pos perbatasan lainnya.

“Pengamanan tetap kita lakukan 24 jam dengan dibagi 3 sesi. Untuk hari ini setiap sesi kita terjunkan 65 personel. Nanti bergantian, siang dan malam. Kita tidak ingin kecolongan sehingga kesiagaan tetap kita kedepankan, ” ujar Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat ditemui memimpin pengamanan di perbatasan Mantingan, Jumat (20/7/2018) siang.

Baca Juga :  Meledak Lagi, Tambah 12 Warga Positif Hari Ini, Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 485. Dua Warga Suspek Kembali Meninggal, Total Sudah 68 Warga Meninggal Terkait Covid-19
Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat memimpin pengamanan wilayah perbatasan Sragen-Jatim di tugu batas Mantingan, untuk mencegah masuknya Bonek jelang laga Persebaya VS PSIS, Jumat (20/7/2018). Foto/Wardoyo

Puluhan personel itu rela berpanas-panasan dan berjaga-jaga tanpa jeda di pintu masuk perbatasan Sragen. Bahkan karena tak ingin lepas pantauan, para personel terpaksa harus mengonsumsi nasi bungkus secara bergiliran.

Termasuk Kapolres yang siang tadi juga ikut mengonsumsi nasi bungkus sambil duduk tongkrongan berteduh di balik bayangan tugu perbatasan. Ia didampingi Kabag Ops,  AKP Yohanes Trisnanto dan sejumlah Kapolsek.

“Bagi kami, sudah biasa. Makan nasi bungkus pun kalau bersama-sama begini rasanya juga nikmat. Karena tugas pengamanan adalah yang utama. Demi misi menjaga kamtibmas, jadi memang enggak boleh lengah,” papar Kapolres ditanya aksi makan nasi bungkusnya itu. Wardoyo