JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mendadak Ditelepon Gubernur,  Kepala SMAN 1 Mojogedang Mengaku Kaget. Akui Semua Pendaftar PPDB Pakai SKTM

tempo.co
Foto/tempo.co

KARANGANYAR- Kasus dugaan penyalahgunaan surat keterangan tidak mampu (SKTM) di Karanganyar dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) terus bergulir. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, turun tangan untuk menuntaskan persoalan ini dengan menghubungi kepala sekolah SMA Negeri 1 Mojogedang, Purwadi, melalui telepon selularnya, Selasa (10/07/2018).

Video perbincangan antara gubernur Jawa Tengah dengan kepala sekolah ini, sempat menjadi viral di media sosial.

Purwadi mengatakan, Gubernur Jawa tengah mempertanyakan, kenapa SMA Negeri 1 Mojogedang tidak melakukan klarifikasi ke lapangan terhadap SKTM yang diajukan oleh orang tua siswa.

Baca Juga :  Jika Dinilai Berbahaya, Gubernur Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Pertimbangkan Usulan Penundaan Pilkada Serentak 2020

Melalui sambungan telepon kepada wartawan Rabu (11/7/2018), menurut Purwadi, gubernur  meminta agar segera dilakukan klarifikasi dengan menerjunkan semua guru.

“Terus terang saya kaget menerima telepon dari bapak gubernur. Saya juga sempat menanyakan surat tugas klarifikasi terhadap SKTM, tapi pak gubernur mengatakan, surat tugas tidak perlu dalam kondisi darurat,” katanya, Rabu (11/07/2018).

Baca Juga :  Curhat Pilu Keluarga Korban Meninggal Positif Covid-19 Asal Perum Ngringo Karanganyar. Beban Moral Hadapi Stigma Warga Saat Isolasi Mandiri, Baru Lega Setelah Hasil Swab Negatif

Dijelaskannya, hampir seluruh pendaftar di SMA Ngeri 1 Mojogedang menggunakan SKTM. Ia mengaku baru dilakukan proses verifikasi manual dengan melakukan pemeriksaan berkas, mulai dari Kartu Keluarga, dan KTP.

“ Kami baru melakukan verifikasi manual dengan melihat KK dulu. Setelah itu, baru dilakukan verifikasi per siswa. Hanya saja, belum selesai verifikasi manual, bapak gubernur menghubungi saya dan meminta agar segera dilakukan verifikasi lapangan. Kamipun langsung bergerak,” ujarnya. Wardoyo