JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ngeri, Cekcok Batas Pekarangan, Warga Masaran Sragen Nekat Babat Kepala Tetangganya Pakai Linggis

Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN- Warga Dukuh Gondang, Desa Jirapan, Kecamatan Masaran digemparkan dengan insiden cekcok berujung penganiayaan yang melibatkan dua warga di RT 21 Kamis (26/7/2018) siang. Suyatno (60) nyaris meregang nyawa di tangan tetangganya, Wagiman (60) gara-gara cekcok batas pekarangan.

Wagiman nekat menghantam kepala Suyatno pakai linggis berukuran besar. Akibat hantaman linggis mengakibatkan kepala korban bocor hingga mengucur darah banyak.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden cekcok berujung linggis itu terjadi sekira pukul 15.00 WIB. Menurut keterangan sejumlah warga, Suyatno membeli pekarangan yang berbatasan dengan pekarangan Wagiman.

Baca Juga :  (Bag 6) Terbebas usai Bertahun-Tahun Diculik Sindikat Pengamen di Jakarta, Ervan Bocah Asal Sragen Bersyukur Bisa Bertemu Keluarganya. Begini Pesannya Untuk Orang-Orang Yang Kehilangan Anaknya!

Siang itu Suyatno datang hendak meluruskan patok pembatas pekarangan. Namun ternyata hal itu membuat Wagiman marah.

Entah darimana mulanya, Wagiman langsung mengamuk dan memukul kepala Suyatno dengan linggis besi. Hantaman benda dari besi itu membuat korban jatuh tersungkur. Pelaku disebut memukul lebih dari satu kali hingga kepala korban luka parah dan kehilangan banyak darah.

“Gara-garanya mau meluruskan patok batas pekarangan. Pelaku enggak terima dan langsung ngepruk sirahe korban denhan linggis. Kena kepalanya dan luka parah. Sekarang korban diopname di RS Amal Sehat,” papar Suyadi, warga setempat.

Baca Juga :  Awas, Limbah Bengawan Solo Kumat Lagi dan Makin Parah. PDAM Blora Hentikan Pengolahan Karena Kepekatan Air Capai 300 TCU, Warga Sragen Rame-Rame Desak Pabrik Pembuang Limbah Ditutup!

Perangkat Desa Jirapan, Suwarmin membenarkan kejadian itu. Menurutnya saat ini kasusnya masih ditangani Polsek Masaran.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Masaran AKP Agus Jumadi membenarkan kejadian penganiayaan pakai linggis itu.

“Saat ini masih didalami. Tadi sudah memeriksa beberapa saksi-saksi. Korban masih dirawat di rumah sakit Sragen, ” tandasnya. Wardoyo