loading...


Ilustrasi/Tribunnewa

KEDIRI – Acara-acara televisi yang menyentuh nasib seseorang, karma maupun dunia hantu biasanya mengundang minat pemirsa.  Namun hati-hati, karena hal itu adalah wilayah sensitif yang bisa mengundang berbagai macam reaksi.

Ini faktanya, Ulama Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram untuk acara Karma yang ditayangkan sebuah stasiun televisi swasta.

Fatwa diambil dalam bahtsul masail (forum diskusi para ulama) yang digelar bersamaan dengan Konferensi Wilayah ( Konferwil) NU Jatim di Ponpes Lirboyo, Kota Kediri.

Para ulama NU berpendapat tayangan Karma tergolong menayangkan arrof atau kahin (peramal) serta mengandung unsur-unsur menyebar luaskan aib orang lain.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Passing Grade Seleksi CPNS Akan Diturunkan. Gara-garanya Yang Lolos CAT Hanya 7,5 %

Selain itu Karma juga memublikasikan praktek keharaman serta dapat merusak akidah orang lain.

Sementara hukum yang menonton dan mempercayainya tayangan Karma adalah haram.

Kecuali jika tayangan itu sebagai bahan kajian atau dlorbil amtsal (memberi contoh) untuk memberikan nasehat atau untuk membedakan antara yang haq dan bathil selama tidak sampai mempercayai ramalannya.

Sementara hukum bagi yang mengajukan diri sebagai peserta dalam acara tersebut sama dengan endatangi kahin atau peramal sehingga hukumnya haram. Karena sama halnya dengan mendatangi kahin atau peramal.

Keputusan haram tayangan Karma hasil pembahasan Bahsul Masail Waqi’iyyah dalam rangka Konferwil PWNU Jawa Timur 2018 di Pondok Pesantren Lirboyo – Kediri yang telah berakhir 29 Juli 2018 malam.

Baca Juga :  Sandi Sempat Minta Dukungan, Tapi Yusril Kesulitan Hubungi Prabowo

Bahsul Masail dihadiri sejumlah tokoh ulama NU di antaranya : KH Yasin Asmuni, KH Mahrus Maryani, KH MB Firjoun Barlaman, KH. Murtadho Ghoni.

Sedangkan perumusnya KH. Asyhar Shofyan, KH. Makmun Djazuli Mahfudz, KH Fauzi Hamzah, KH. Ali Maghfur Syadzili, KH. Syihabuddin Sholeh dengan moderator Ali Romzi dan notulen Ustad M Khotibul Umam.

Hingga kini belum ada tanggapan dari stasiun televisi maupun pihak-pihak terkait mengenai fatwa ini.

Dua host acara ini, Roy Kiyoshi dan Robby Purba justru bersemangat mempromosikan episode terbaru acara ini yang mulai tayang, Senin (29/7/2018).

Baca Juga :  Menohok, World Bank Bantah Data Prabowo Soal 99 % Warga Hidup Pas-pasan. Ini Data Sesungguhnya! 

Malah dalam sebuah postingan di akun instagram pribadinya, Robby Purba menuliskan kebanggaannya bisa ambil bagian di acara yang memuat wajahnya di promo programnya.
#Tribunnews

Loading...