Beranda Daerah Semarang Peluang Gatot di Gelaran Pilpres Menyempit, Ini Masalahnya

Peluang Gatot di Gelaran Pilpres Menyempit, Ini Masalahnya

54
BAGIKAN

Ilustrasi/Tribunnews

SEMARANG – Niat  mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, untuk ikut maju bertarung dalam gelaran pemilihan presiden (Pilpres) 2019 nampaknya semakin sulit.

Alasannya adalah, ruang-ruang dukungan untuk mengusung Gatot, dari partai politik (parpol) kian menyempit.

“Ini tak lepas dari peta politik pascagelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018,” kata Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC), Zaenal A Budiyono, dalam keterangannya, Minggu (1/7/2018).

Di mana, sambung dia, pasangan calon (paslon) yang diusung partai-partai di luar koalisi pemerintah, tak sedikit yang menuai hasil positif. Bahkan beberapa di antaranya secara luar biasa, di luar ekspektasi sebelumnya.

Di Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng), misalnya. Paslon gubernur – wakil gubernur yang diusung Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mendapat respon cukup mengejutkan.

Tingginya angka pemilih yang memberikan suara kepada paslon yang didukung kedua partai tersebut, meski hal itu tak cukup untuk memberikan kemenangan.

“‎Jabar dan Jateng jumlah populasinya cukup besar. Artinya, tingginya suara yang diraih paslon yang didukung Gerindra, seperti menjadi bonus elektoral bagi Prabowo Subianto,” ujar dosen fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (Fisip) Universitas Al-Azhar Indonesia itu.

Baca Juga :  Ini 3 Pasangan Nama yang Bisa Adang Langkah Jokowi

Artinya, sambung Zaenal, mengharapkan ruang dukungan di tubuh Gerindra maupun PKS untuk Gatot, bisa dibilang merupakan misi yang mustahil.

“Tentu Gerindra akan semakin yakin untuk kembali mengusungg Prabowo. Sementara PKS, juga akan lebih memilih menyodorkan kader-kader dari internal partai sendiri,” urainya.

www.tribunnews.com