JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Prestasi Mulai Mendunia, SMK Citra Medika Sragen Bikin Kepincut Siswa Asal Papua 

Kepala SMK Citra Medika Sragen, Nano Priyanto saat memberikan pembekalan motivasi dalam program MPLS untuk siswa baru Sabtu (14/7/2018). Foto/Wardoyo
Kepala SMK Citra Medika Sragen, Nano Priyanto saat memberikan pembekalan motivasi dalam program MPLS untuk siswa baru Sabtu (14/7/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Tahun akademis 2018/2019 agaknya bakal memberi catatan tersendiri bagi perjalanan SMK Citra Medika Sragen. Pasalnya,  eksistensi dan prestasi yang diukir SMK berbasis kejuruan medis ini mulai merambah dunia.

Hal itu pula yang membuat SMK di Nglorog, Sragen itu kini mulai memiliki daya tarik bagi siswa-siswa luar kota untuk bergabung. Seperti di tahun ajaran baru ini, ada salah satu siswi dari Papua bernama Valen yang sengaja dikir oleh Pemkab Papua untuk menimba ilmu medis di SMK Citra Medika.

“Ya tahun ajaran baru ini, kita ada satu siswi dari Papua. Dia sengaja dikirim oleh pemerintah di Papua sana untuk menimba ilmu kesehatan di sini. Dia bilang katanya tertarik sekolah di sini tahu dari searching google dan tahu prestasi sekolah sini. Nanti kalau sudah lulus, ditarik kembali untuk mengaplikasikan ilmunya di sana.  Tahun ini juga, ada enam lulusan kami yang mendapat beasiswa studi ke luar negeri yaitu ke Cina, Taiwan dan Jepang, ” ujar Kepala SMK Citra Medika Sragen, Nano Priyanto, di sela pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Sabtu (14/7/2018).

Nano mengungkapkan sengaja menggelar MPLS sehari lebih cepat dari jadwal pemerintah yang baru dimulai Senin (16/7/2018). Hal itu dimaksudkan untuk menyiapkan siswa baru agar lebih siap menghadapi pembelajaran dan menanamkan semangat agar menjadi yang terdepan.

Baca Juga :  Tambah Lagi, 2 Warga Gemolong dan Sragen Positif Terpapar Covid-19. Jumlah Total Kasus 513, Sudah 71 Warga Meninggal Dunia

MPLS yang akan digelar selama 3 hari sampai Selasa (17/7/2018) itu juga mengambil tema selaras dengan misi SMK Citra Medika yakni tema BBM (Berkarakter, Berkarya, dan Mendunia).

“Harapannya SMK Kesehatan Citra Medika Sragen bisa menjadi sekolah terdepan dan terunggul di Kabupaten Sragen. Setiap tahun memang kita selalu mendapat minimal 12 prestasi di berbagai ajang lomba,” terangnya.

Acara MPLS sendiri diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin Kasek. Dalam sambutannya, Nano berpesan kepada siswa baru untuk menjadi siswa yang tidak hanya unggul dalam prestasi, namun tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah, terampil, mandiri dan memiliki daya saing.

Makin Mendunia 

Kemudian dilanjutkan dengan menerbangkan balon ke udara dan pelepasan sepasang burung merpati oleh kepala sekolah. Harapannya SMK Kesehatan Citra Medika Sragen bisa terus mengudara hingga mendunia. Acara MPLS juga dibuka dengan penyematan pita dan co-card tanda peserta MPLS kepada perwakilan putra dan putri dari jurusan Farmasi dan Keperawatan.

“Kegiatan MPLS diikuti oleh 200 siswa yang terdiri dari 110 siswa keperawatan dan 90 siswa farmasi. Siswa-siswi tersebut dibagi menjadi 20 kelompok dengan mengambil tema nama-nama tanaman obat sebagai nama kelompok. Setiap kelompok juga diwajibkan untuk membawa tanaman tersebut sesuai dengan nama kelompoknya. Hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan jenis tanaman obat kepada siswa baru,” terang Nano.

Baca Juga :  100 Lebih Kelompok Tani di Sragen Digelontor 150 Alsintan Senilai Rp 15,7 Miliar. Anggota DPR RI Luluk Harap Petani Lebih Sejahtera, Bupati Yuni Ingatkan Semua Bantuan Tahun Depan Akan Dicek Masih Ada Wujudnya Atau Tidak!

Acara pembukaan MPLS semakin meriah dengan adanya pertunjukan inagurasi dari masing-masing ekstrakurikuler sekolah, PMR, seperti Karate, PKS (Patroli Keamanan Sekolah), aksutik gita medika, sekolah bisnis, herbal/ jamu, olahraga  dan dance.

Pembukaan program MPLS SMK Citra Medika Sragen. Foto/Wardoyo

Setelah acara pembukaan MPLS, siswa-siswi berkumpul di aula sekolah lantai 2 untuk melanjutkan pengenalan lingkungan sekolah, seperti visi, misi, dan target prestasi sekolah yang disampaikan oleh Kasek. Selain itu, ada demo ekstrakurikuler dan organisasi sekolah, seperti paduan suara Gita Medika, PMR, Pramuka, Medika Pos, bola voli dan basket, dan Laboratorium Tanaman Obat. Acara diselingi dengan penampilan dari band sekolah dan musikalisasi puisi.

Menjelang siang Siswa-siswi shalat berjamaah, kemudian dilanjutkan makan siang. Setiap kelompok ditugaskan untuk membawa alat makan, nasi, sayur, dan buah yang telah ditentukan oleh panitia. Setiap kelompok menikmati makan siang dengan melingkar. Hal ini dimaksudkan untuk membangun kebersamaan, kekompakan dan persaudaraan.

Nano menambahkan pengarahan mengenai wiyata mandala bertujuan agar siswa semakin memahami tentang lingkungan sekolah dan memiliki rasa cinta terhadap sekolah. Lantas ada pengarahan dari kepolisian tentang tata tertib berlalu lintas, dan motivator nasional dalam meningkatkan motivasi dan penguatan pendidikan karakter anak. Wardoyo