loading...
Loading...
Tribunnews

BANTUL – Hal-hal yang kelihatannya sepele, bila dikemas dengan menarik, ternyata bisa menjadi peluang bisnis, termasuk dalam hal bisnis pariwisata.

Anak-anak bermain di petak sawah tentu hal lumrah di pedesaan. Namun dengan sentuhan tersendiri, itu bisa menjadi potensi yang menjanjikan.

Hal itu dipraktikkan di Desa Palbapang Kabupaten Bantul. Objeknya adalah anak-anak yang bermain di petak sawah yang penuh air dan lumpur di Dusun Dagaran, Desa Palbapang.

Hal itu akan terus dikembangkan, bahkan ke depan diproyeksikan untuk menjadi ciri khas kunjungan wisatawan.

Baca Juga :  Melihat Jejak Gempa dan Tsunami Dahsyat Akibat Megathrust di Pesisir Selatan Pulau Jawa

Pantauan di lokasi, aneka permainan tradisional melibatkan anak-anak dan ibu-ibu dimainkan di sawah yang penuh air dan lumpur.

Ada permainan mbrobos ondo, ambil koin dalam jeruk, bola tangan, balap kelereng dalam sendok, hingga tarik tambang diatas sawah yang melibatkan anak-anak dan ibu-ibu antar rukun tetangga.

Selain dapat mengundang antusias masyarakat sekitar, permainan dalam lumpur ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Ada dua orang turis asal Rusia yang terlihat hadir dilokasi.

Ketua panitia, Suwardi Santoso, mengatakan, pihaknya akan terus berusaha untuk mengembangkan potensi yang ada di dusun Dagaran, Desa Palbapang.

Baca Juga :  Dokter Muda asal Bantul Menghilang, Sebelumnya Pamit Bekerja

Menurutnya, permainan tradisional yang dimainkan di sawah berlumpur itu menjadi salah satu yang akan diproyeksikan menjadi ciri khas dari destinasi wisata.

“Semua desa kan punya ciri khas. Kami ingin permainan tradisional yang dimainkan di sawah yang becek ini menjadi ciri khas atau icon desa ini (Palbapang),” terangnya, ditemui di lokasi, Sabtu (14/7/2018)

Ia bercerita, ide awal mulai mengembangkan permainan tradisional di petak sawah berlumpur dimulai sejak beberapa tahun silam, tepatnya ketika setiap pergantian tahun, 1 januari.

Baca Juga :  Penjual Cilok di Yogyakarta ini Nekat Remas Bagian Vital Wisatawan Perempuan Asal Cilacap di Kawasan Pasar Ngasem

Lambat laun, ia akhirnya berfikiran untuk merangkul generasi muda dan memberikan hiburan yang lebih produktif berupa perlombaan permainan tradisional.

“Perlombaan tradisional itu ternyata disambut baik dan banyak yang mensupport untuk dikembangkan menjadi ciri khas destinasi wisata,” ungkap Suwardi.

Ada banyak alasan mengapa permainan tradisional di Palbapang dimainkan di petak sawah berlumpur, di antaranya, dijelaskan Suwardi, untuk mengenalkan kepada generasi muda mengenai kebudayaan leluhur bangsa Indonesia. #Tribunnews

Iklan
Loading...