JOGLOSEMARNEWS.COM Umum

Sosok Terduga Teroris Gondang Sragen di Mata Warga. Banyak Tetangga Tak Tahu Namanya, Sang Istri Selalu Bercadar..

Warga saat memadati jalan menuju rumah terduga teroris M.Shib di Bumiaji Gondang yang digerebek Densus 88, Rabu (18/7/2018) malam. Foto/Wardoyo
Warga saat memadati jalan menuju rumah terduga teroris M.Shib di Bumiaji Gondang yang digerebek Densus 88, Rabu (18/7/2018) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Penggerebekan terduga teroris M.Shib (35) di rumahnya Dukuh Bumiaji RT 10 B, Bumiaji, Gondang, Rabu (18/7/2018) petang mengejutkan warga sekitarnya. Mereka sama sekali tak mengira jika pria yang baru tinggal sekitar enam bulan itu, ternyata diduga terlibat jaringan teroris.

Namun, tanda kejanggalan sosok terduga teroris yang tinggal bersama istrinya itu, sebenarnya sudah teraba. Sebab selama enam bulan tinggal di Bumiaji, M.Shib dikenal memang jarang membaur dan terkesan tertutup.

Bahkan dari tetangga dekat, hampir semuanya tidak mengetahui namanya.

“Kalau namanya enggak tahu. Orangnya tertutup dan jarang bergaul dengan warga sini. Sekitar lima bulan lalu tinggal di sini. Hanya kalau lewat saja kadang aruh-aruh (menyapa),” papar Jono (50), tetangga yang tinggal di sebelah rumah terduga.

Baca Juga :  Jadi Maling Spesialis Ponsel Kuli Bangunan, 2 Pria Ini Dibekuk Polisi

Jono menuturkan M.Shib tinggal berdua bersama istrinya dan belum memiliki anak. Meski tinggal berdekatan, ia hanya sesekali melihat terduga ketika lewat ke masjid.

Soal penampakan dan gaya berpakaiannya, menurutnya terduga tampak biasa saja. Namun istrinya terlihat menggunakan cadar dan tertutup.

“Yang putri bercadar terus. Saya juga nggak nyangka kalau begitu (terduga teroris, ” tukasnya.

Senada, Marijo (65) tetangga lain yang tinggal di dekat rumah terduga, juga mengaku jarang melihat terduga bersosialisasi atau kumpul dengan warga. Terduga hanya keluar ketika hendak salat ke masjid atau belanja saja.

Baca Juga :  Jadi Maling Spesialis Ponsel Kuli Bangunan, 2 Pria Ini Dibekuk Polisi

“Kumpulan juga nggak ikut. Saya hanya tahu orangnya itu tapi namanya juga nggak tahu. Hanya tahu tinggalnya di situ. Dia memang pendatang, bukan asli sini, ” terangnya.

Sementara, Suyat (70) warga yang tinggal dekat Masjid Al Falaq tempat terduga salat sebelum ditangkap, menandai terduga sebagai sosok tertutup. Namun sering salat berjamaah di masjid.

“Saya dengarnya dia dari Magetan. ┬áRambutnya agak panjang,” tukasnya. Wardoyo