loading...
Loading...
Foto/Diskominfo Jateng

SEMARANG- Sebanyak 20 inovasi di bidang pelayanan publik masuk tahap penilaian wawancara dan presentasi pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018. Duapuluh inovasi itu berasal dari berbagai daerah di Jateng dengan istilah yang unik-unik.

Mereka tampil di hadapan tim penilai dari unsur perguruan tinggi (UNDIP), Kompak Jawa Tengah, LP2K dan Staf Khusus Gubernur Jawa Tengah,

di Lantai V Gedung B Kantor Gubernur Jawa Tengah, 1-2 Agustus 2018.

Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisar menyampaikan meskipun berdasarkan penilaian Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, penyelenggaraan pelayanan publik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah masuk dalam zona hijau atau baik.  Namun pemprov tidak lantas berpuas diri.

Seluruh jajaran Pemprov terus berupaya memperbaiki kualitas pelayanan publik yang mudah, murah, cepat.

Bahkan, imbuhnya, Pemprov Jateng semakin intens menggandeng pemerintah kabupaten/ kota untuk bergerak meningkatkan kualitas pelayanan publik di masing-masing daerah.

Salah satu upaya memacu peningkatan pelayanan publik dengan menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Provinsi Jawa tengah, yang baru kali pertama ini dilakukan Pemprov Jateng.

“Kegiatan ini juga untuk mendukung gerakan Satu Instansi, Satu Inovasi (One Agency, One Innovation) yang telah dicanangkan oleh Menteri PAN dan RB dalam Gelar Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2015 di Jakarta,” bebernya di sela-sela penilaian, Kamis (2/8/2018) seperti dilansir website resmi Pemprov Jateng, www.jatengprov.go.id.

Baca Juga :  Dua Pencuri Motor Babak Bundas Dimassa Warga Saat Beraksi di Desa Ngablak. Dipergoki Saat Gondol Motor Grand di Tegalan 

Dikatakan, inovasi pelayanan publik merupakan terobosan pelayanan publik, baik gagasan atau ide kreatif orisinal maupun adaptasi/ modifikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.

Artinya, inovasi pelayanan publik tidak mengharuskan suatu penemuan baru. Dalam Kompetisi Inovasi pelayanan Publik, bukan teknis presentasi atau nilai proposal yang dipentingkan. Akan tetapi inovasi pelayanan publik yang dilakukan sudah bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pelayanan publik kepada masyarakat.

Dyah menjelaskan, sebanyak 229 inovasi pelayanan publik dari unit penyelenggara pelayanan publik di provinsi maupun kabupaten/ kota se-Jawa Tengah ikut dalam kompetisi. Setelah melalui seleksi administrasi oleh tim dari Biro Organisasi Setda Provinsi Jateng, sebanyak 170 inovasi dinyatakan lolos dan diusulkan ke Tim Penilai independen dari kalangan media massa dan perguruan tinggi (Undip, Unissula, UKSW).

Selanjutnya diperoleh hasil penilaian 20 inovasi yang diikutkan dalam seleksi presentasi dan wawancara yang merupakan tahap akhir penilaian. Tim penilai dalam seleksi presentasi dan wawancara terdiri dari unsur perguruan tinggi (Undip),

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Bocorkan Sejumlah Kriteria Calon Kandidat  Pejabat Tinggi di 11 Jabatan yang Akan Dilelang Terbuka. Salah Satunya Terkait Hubungan Ini!  

Komunitas Pemerhati Korupsi (Kompak) Jawa Tengah, Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) dan Staf Khusus Gubernur Jawa Tengah.

“Dari hasil seleksi dan wawancara akan diambil 10 inovasi terbaik yang akan menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah, pada Pesta Rakyat Jawa Tengah Tahun 2018 tanggal 18 Agustus 2018 di Pemalang,” tandas Dyah. Wardoyo

Berikut 20 inovasi yang mengikuti seleksi presentasi dan wawancara :

1. “SIAP INDEKOST” (Sistem Informasi Aplikasi Perizinan Izin Penelitian dari Kamar Kost) dari DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah.

2. APEM ASI dari Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah.

3. RINDU SI PENJINAK NYERI, PENGGUGAH SENYUM dari RSUD Dr Margono Soekardjo Pemprov Jawa Tengah.

4. “TELE APIK” (TEyeng NdeLEng Antrian Pendaftaran Lan PoliklinIK) dari RSUD Dr Margono Soekardjo Pemprov Jawa Tengah.

5. Pendirian Kampung Inggris Kebumen dari Pemerintah Kabupaten Kebumen.

6. SAVE BUNDA sebagai upaya pengendalian kematian ibu dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

7. KETAN TERI MEMIKAT dari Pemerintah Kabupaten Grobogan.

8. TAPE Pasar (Teknologi Aplikasi E-Retribusi Pasar) dari Pemerintah Kota Surakarta.

9. AKSI PAHAT (Akselerator Sigap Jepara Sehat) dari Pemerintah Kabupaten Jepara

Baca Juga :  Hendak Maling Jemuran, Remaja Asal Jompo Mendadak Terpental dan Tewas Mengenaskan 

10. KISAH CINTA REMAJA DI PUSKESMAS dari Pemerintah Kabupaten Demak.

11. SINTAPADU (Sistem Informasi Investasi Terpadu) dari Pemerintah Kabulaten Demak.

12. PAK WARIS (Pelayanan Akta Kematian Lewat WhatsApp Dan Gratis) dari Pemerintah Kota Magelang.

13. Si-βahenOL (Sistem Informasi Bea Peroleha Hak Atas Tanah dan Bangunan Secara Online) dari Pemerintah Kota Magelang .

14. MISTERI CALON PENGANTIN PASESO MERAPI dari Pemerintah Kabupaten Magelang.

15. GEMAS BUNGA DESA (Gerakan Masyarakat Menabung Desa Sejahtera) dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

16. BABU UNIK (Baca Buku Untuk Implementasi Kreatif) Sebuah Solusi Untuk Meramaikan Kunjungan Perpustakaan dari Pemerintah Kabupaten Pemalang.

17. SI PEPEN MUTER (Sistem Pelayanan Penyakit Menular Tuberkulosis Terintegrasi) dari Pemerintah Kabupaten Pemalang.

18. 3 LANGKAH MENUJU HEBAT dari Pemerintah Kabupaten Pemalang.

19. Layanan SAKLAR “SEDINA LANGSUNG KELAR” ( Pelayanan Perizinan dan Nonperizina Out Door/ Di Luar Kantor Sebagai Upaya Penigkatan Pelayanan Kepada Masyarakat dengan Proses Sehari Langsung Jadi untuk Jenis Perizinan Tertentu) dari Pemerintah Kota Tegal.

20. SIM ULP Kabupaten Pati TOP (Transparan, Obyektif, Pelayanan Prima) dari Pemerintah Kabupaten Pati.

Sumber:Diskominfo Jateng

 

 

 

 

Loading...