JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Gadaikan Mobil Belum Lunas Kredit, Nasabah Adira Karanganyar Dihukum 1 Tahun Penjara

Ilustrasi penggelapan mobil

IMG 20180618 113749
Ilustrasi penggelapan mobil

KARANGANYAR-  Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, menjatuhkan vonis 1 tahun penjara serta denda Rp 25 juta subsider 2 bulan kurungan kepada Edi Sarwono, warga Blumbang, kecamatan Tawangmangu. Majelis hakim menyatakan, Edi Sarwono, secara sah dan meyakinkan bersalah melalukan tindak pidana mengalihkan benda yang menjadi objek jaminan fidusia tan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari penerima fidusia.

Terdakwa Edi Sarwono, dijerat dengan pasal 36 UU No 42 tahun 1999 tentang jaminan fiducia.

Terhadap putuan majelis hakim tersebut, baik terdakwa, maupun jaksa penuntut umum, menerima putusan majelis hakim tersebut.

Informasi di PN Karanganyar,  kasus ini berawal ketika tahun 2015  Edi Sarwono, mengambil satu unit truk  secara kredit  dari Adira Cabang Solo Car dengan jangka waktu 33 bulan, dengan nilai angsuran sebesar Rp 6 juta lebih. Namun dalam perjalanannya, Edi hanya melakukan angsuran pembayaran satu kali. Dan sejak bulan Juni 2015 (angsuran kedua) hingga tahun 2018, Edi tidak melakukan kewajibannya.

Baca Juga :  Kalau Mau Kaya, Jangan Jadi PNS. Para CPNS yang Terima SK Diminta Istighfar!

Ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Area Loan Recovery Manager Adira, Joko Priyanto, mengatakan, berdasarkan penelusuran petugas Adira, sebelum proses hukum berjalan, kendaraan yang masih masa kredit tersebut telah dipindahtanagankan kepada Irawan, warga Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

“ Berbagai upaya telah kami lakukan melalui petugas. Baik melalui komunikasi, pemberitahuan, penagihan erta berbagai upaya lain. Namun, tidak ada itikad baik dari Edi Sarwono untuk menyelesaikan tunggakan ini. Akhirnya kami melaporkan kepada aparat kepolisian hingga proses hukum berjalan,” katanya Minggu (05/08/2018).

Baca Juga :  5 Jam Mediasi Kasus Arisan Online Dibandari Mahasiswi di Sragen Berakhir Buntu. Terlapor Dikasih Hati Malah Minta Jantung, Para Korban Sepakat Tetap Lanjut Jalur Hukum!

Adira sendiri, menurut Joko, tidak akan melakukan proses hukum, jika pada debitur memiliki itikad baik terhadap tunggakan kredit yang dimiliki.Dijelaskannya, proses pengalihan kredit, bisa saja dilakukan,  selama proses tersebut diketahui oleh Adira dan objek kredit masih ada.

“ Kalau ada itikad baik, kami sendiri dari managemen tidak akan menempuh jalur hukum. Ini merupakan proses pembelajaran, bagi  para debitur,” ujarnya. Wardoyo