Beranda Info Info Haji Membuat Gelang Haji, Harus Teliti Tidak Boleh Salah

Membuat Gelang Haji, Harus Teliti Tidak Boleh Salah

76
BAGIKAN
Triawati

BOYOLALI- Gelang haji menjadi salah satu identitas jamaah yang khas dan mudah dikenali. Maka untuk membuatnya dibutuhkan ketelitian dan kejelian tingkat tinggi.

Hal itulah yang harus dimiliki Nur Rochim sebagai salah satu pengrajin gelang haji. Tangan Nur Rochim begitu cekatan dan terampil menempelkan barcode pada sebuah lempengan monel, (baja stainless ringan). Setelah selesai ditempel barcode, monel sebagai bahan dasar gelang haji itu ditata rapi pada sebuah mesin pres dan ditekan beberapa menit.

“Ini dipres dengan tekanan agak lama. Panasnya sampai 175 derajat,” tuturnya, Sabtu (4/8/2018).

Dibantu tujuh temanya, pria asal Jepara tersebut membuat gelang khusus jemaah haji dengan kode khusus. Sangat jeli dan hati-hati pria 40 tahun itu mengerjakan gelang satu persatu yang berisi kode identitas jemaah.

“Mulai tahun ini, gelang haji ada barcode. Ya agak rumit dipasang satu-persatu, ini sudah ada nomor tidak boleh salah. Ini lebih rumit dari biasanya, karena kode QR tersebut tak boleh salah tempel. Sebab jika salah maka nama tidak sesuai dengan pemakai gelang,” imbuh Nur Rochim.

Maka saat mengerjakan pekerjaannya, para pengrajin tersebut tampak serius menerapkan keahlianya masing-masing. Ada yang mencetak gelang yang terbuat dari monel, memasang kode barcode sesuai nama jemaah haji, mengoperasikan mesin pres hingga mengemas gelang dalam bungkusan plastik.

Baca Juga :  Yoghurt Tempe Karya Mahasiswa UNISRI Antarkan ke Pimnas 2018

“Di tubuh gelang itu tertera nama embarkasi berwarna kuning, nomor kloter, nomor paspor, dan tulisan “Haji Indonesia” (menggunakan huruf Arab). Kemudian disampingnya ada bendera merah putih, kode QR,” urai Nur Rochim.

Kasubag Hunas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Afief Mundzir mengatakan, gelang haji merupakan salah satu barang yang selalu melekat di setiap lengan jemaah haji Indonesia. Gelang haji terbuat dari logam monel yang tebal sekitar 1,5 milimeter, dan tidak mudah patah, tidak mudah terbakar jika terkena api dan tidak mudah berkarat. Gelang diberikan ke setiap jemaah calon haji saat pemberangkatan dari asrama haji menuju bandara.

“Sehari sebelum jemaah tiba di asrama haji, gelang harus sudah siap. Untuk membuat gelang satu kloter butuh waktu dua sampai tiga jam,” tukasnya. Triawati PP