JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger di Waduk Ketro Tanon. Bocah SD Mendadak Hilang Saat Berenang dan Ditemukan Sudah Tewas 

Kondisi bocah malang asal Jono yang ditemukan tewas saat mandi di Waduk Ketro, Minggu (5/8/2018) pagi. Foto/Wardoyo

IMG 20180805 WA0015 640x480
Kondisi bocah malang asal Jono yang ditemukan tewas saat mandi di Waduk Ketro, Minggu (5/8/2018) pagi. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Warga di sekitar Waduk Ketro, Tanon digemparkan dengan musibah tenggelamnya seorang bocah, Minggu (5/8/2018) pagi. Bocah laki-laki yang diketahui bernama Nova Hanik Rosidin (11) itu diketahui tewas tenggelam di Waduk Ketro, pukul 10.30 WIB.

Nova yang masih duduk di bangku SD itu diduga tenggelam karena kehabisan tenaga saat berenang di waduk. Korban diketahui berasal dari Dukuh Jono Kidul RT 1, Desa Jono, Tanon.

Data yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika pagi itu korban bersama beberapa temannya mandi di waduk yang kini dalam proses pengerukan itu. Korban bersama beberapa temannya mandi sejak pukul 09.00 WIB.

Baca Juga :  Berikut Daftar 38 Warga Sragen yang Positif Terpapar dan Meninggal Dunia Hari Ini. Ada Bayi 8 Bulan dari Bendungan Hingga Kakek 71 Tahun asal Karanganyar

Namun sekira pukul 10.45 WIB, korban terlihat mulai kelelahan. Tak lama kemudian, tubuhnya mendadak menghilang tenggelam di telan kedalaman air.

Melihat rekannya hilang,  teman-teman korban sontak berteriak minta tolong. Bersamaan dengan itu, warga langsung berhamburan menuju lokasi membantu pencarian.

Tak lama berselang, tim Polsek dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen tiba di lokasi untuk membantu pencarian.

“Kita terima laporan kejadian pukul 10.45 WIB, lalu meluncur lokasi dan setelah dilakukan pencarian, jasad korban ditemukan pukul 11.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia, ” papar Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Sugeng Priyono, Minggu (5/8/2018).

Baca Juga :  Bencana di Mana-mana, Simak Imbauan Kewaspadaan dari Bupati Sragen dan Kepala BPBD untuk Warga dan Potensi Ancaman Bencana di Sragen!

Sugeng menguraikan, setelah berhasil dievakasi, jasad bocah malang itu langsung dibawa ke Puskesmas Tanon untuk dilakukan visum dan identifikasi.

“Selesai divisum, kami langsung ke rumah duka untuk memberikan bantuan sembako dan ucapan belasungkawa,” urai Sugeng.

Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman membenarkan kejadian itu. Menurutnya hasil visum dan olah TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

“Dugaannya korban ini kelelahan saat berenang sehingga kemudian tenggelam, ” tukasnya. Wardoyo