loading...
Kondisi motor ringsek tertimpa reruntuhan akibat gempa Lombok yang mengguncang hingga Bali, Minggu (5/8/2018) malam. Foto/Istimewa

SRAGEN- Gempa bumi berkekuatan 7.0 Skala Richter mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8/2018), pukul 18.46 WIB. Saking kuatnya, gempa tersebut sempat terasa dan berdampak di Pulau Bali.

Warga Sragen yang merantau di Bali pun ikut panik lantaran merasakan dampak gempa yang cukup dahsyat tersebut.

Salah satu warga asal Taraman, Sidoharjo,  Rokib Hidayat (28) yang merantau di Bali menceritakan guncangan keras dampak gempa NTB juga melanda sampai Bali.

Ia yang tinggal di Denpasar,  juga ikut merasakan guncangan yang menimbulkan beberapa kerusakan bangunan di pusat Bali itu.

Baca Juga :  Pulang dari Jakarta, Warga Masaran Sragen Ketahuan Positif Covid-19. Jadi Kasus Positif ke-32, Dirawat di RS Jajar Solo

“Tadi guncangannya sangat keras. Kami sempat panik juga. Di Mal Galeria juga sampai remuk, mengalami kerusakan parah dan pengunjung berhamburan keluar, ” paparnya Minggu (5/8/2018) malam.

Senada,  Parman (58) warga Karangmalang yang juga merantau di Kuta, Bali menyampaikan dampak gempa NTB cukup keras terasa mengguncang sampai di wilayahnya.

“Tadi seperti berguncang.  Kami langsung lari karena di luar terdengar teriakan gempa gempa, ” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dilansir BMKG,  gempa NTB disebut juga berpotensi menimbulkan tsunami. Peringatan dini mengenai kemungkinan tsunami tersebut dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga :  5 Hari Hilang Misterius, Jasad Manusia Sungai asal Masaran Sragen Akhirnya Ditemukan. Tersangkut di Bawah Jembatan Sambungmacan Dalam Kondisi Sudah Menyengat

“Berpotensi terjadi tsunai. Waktu tiba gelombang dapat berbeda. Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar,” demikian peringatan dari BMKG.

Episenter gempa bumi berada di 8.37 Lintang Selatan,116.48 Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer.

Gempa dengan keuatan besar itu dilaporkan Antara telah membuat sejumlah warga di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, panik karena terkejut dan shock, bahkan ada yang sampai pingsan. Sejumlah warga pun mulai bergerak untuk mengungsi karena risau dengan peringatan tsunami. Wardoyo