loading...
Loading...
Ilustrasi/Tribunnews

JAKARTA– Siapa wanita yang tak mau tampil cantik? Tentu semua wanita ingin selalu tampil cantik. Untuk memenuhi kebutuhan itu, wanita tak kan pernah lepas dari kosmetik. Sayang sekali, sampai saat ini masih ditemukan kosmetik yang sifatnya masih illegal.

Kosmetik ilegal dan berbahaya kerap ditemukan di tempat penjualan umum, Badan Pengawas Obat dan Makanan memperingatkan bahwa selain ada beberapa kosmetik yang berbahaya, ada pula merek kosmetik yang ternyata dipalsukan.

Beberapa nama merek produk kosmetik yang ditemukan dan diduga kuat mengandung bahan berbahaya adalah Temulawak Two Way Cake, New Papaya Whitening Soap, NYX Pensil Alis, MAC Pensil Alis, Revlon Pensil Alis. Ada pula nama merek kosmetik berupa Collagen Plus Vit E Day and Night Cream, Cream Natural 99, SP Whitening and Anti Acne, Quine Pearl Cream, Citra Day Cream, Citra Night Cream, serta La Widya Temulawak.

Baca Juga :  Cari yang Panas di Kedinginan Dieng?. Berendam Yuk ke Kalianget !!

Selama tahun 2018, BPOM setidaknya telah menyita kosmetika ilegal senilai 106.9 miliar rupiah. Tingginya angka temuan kosmetik ilegal yang terjadi secara masif di seluruh Indonesia menunjukkan adanya permintaan yang tinggi dari masyarakat terhadap produk kosmetika. Untuk itu, belajar dari kasus-kasus produksi dan distribusi kosmetik ilegal di seluruh Indonesia, BPOM mengimbau kepada para konsumen untuk bijak dalam memilih produk kosmetika dan tidak tergiur dengan iklan-iklan menyesatkan atau harga yang tidak wajar.

“Generasi milenial menjadi salah satu target edukasi BPOM karena generasi milenial-lah yang akrab dengan dunia digital”, kata Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada Senin 13 Agustus 2018.

Baca Juga :  Jadwal Penerbangan Dibatalkan, 4 Penumpang Sriwijaya Air Rusak Loket Bandara

BPOM memberikan edukasi masyarakat agar mampu memilih dan menggunakan kosmetika yang aman, dalam kegiatan komunikasi bertajuk “Kampanye Bahaya Kosmetika Mengandung Bahan Dilarang untuk Generasi Millenial” di Balai Kartini, Jakarta. “Generasi milenial lebih sering terpapar dengan beragam informasi tentang kosmetika melalui iklan online serta beauty blogger dan beauty vlogger yang sekarang sedang marak. Melalui acara ini, kami ingin mengajak mereka untuk belajar memilih dan menggunakan kosmetik yang aman, bermutu, dan bermanfaat”, kata Penny.

Penny menyampaikan materi yang bertajuk ‘Peran Generasi Milenial sebagai Agent of Change dalam Penggunaan Kosmetika yang Aman’. Dalam materinya, Penny K. Lukito menjelaskan bahwa generasi milenial berperan besar dalam mencegah dan menurunkan peredaran kosmetik ilegal dan/atau mengandung bahan berbahaya/dilarang. “Kalian dapat berperan antara lain dengan mengedukasi dan mengajak orang lain, kerabat, maupun teman untuk ikut serta memilih kosmetika yang aman dan tidak mudah tergoda oleh iklan. Atau kalian juga dapat melapor ke BPOM bila mencurigai adanya kegiatan produksi atau mengedarkan kosmetika ilegal dan/atau dicurigai mengandung bahan dilarang/berbahaya di lingkungannya”, kata Kepala BPOM.

Baca Juga :  Warga Sekitar Gunung Lemongan, Lumajang Heboh oleh Ledakan dan Gempa

Sebelumnya, BPOM telah melakukan kegiatan yang sama di Bandung dan Denpasar. Melalui kegiatan kampanye yang diikuti oleh komunitas remaja tingkat Sekolah Menengah Atas, Perguruan Tinggi, serta lembaga pemerintah, BPOM mengharapkan agar masyarakat Indonesia, terutama generasi milenial, dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuannya akan bahaya kosmetika mengandung bahan dilarang/ berbahaya, serta menjadi agen perubahan dalam penyebarluasan informasi keamanan kosmetika bagi teman dan lingkungannya.

www.tempo.co

Loading...