JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ini Luas Minimal Lahan Pertanian di Wonogiri. Tidak Boleh Jadi Kawasan Industri, Hanya Untuk Rumah Pribadi

Keindahan hutan berpadu area persawahan di Kecamatan Girimarto, Wonogiri.JSNews/Aris Arianto

Screenshot 2018 03 18 12 30 32 1
Keindahan hutan berpadu area persawahan di Kecamatan Girimarto, Wonogiri.JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menyiapkan lahan minimal persawahan. Lahan tersebut harus dijaga untuk tetap menjadi lahan pertanian dan tidak boleh berubah jadi kawasan industri.

Kasi Perencanaan dan Tata Ruang, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DisperaKPP) Wonogiri, Joko Wuri Nugroho mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Wonogiri. LP2B dengan luas minimal 30.000 hektare.

Baca Juga :  PSBB Alias PPKM Bakal Diperpanjang Lantas Bagaimana Pelaksanaan Ibadah Keagamaan di Wonogiri?

LP2B tersebut tidak boleh dialihfungsikan menjadi tempat industri. Namun jika hanya rumah perseroan bukan perumahan, masih boleh.

“Kalau hanya mendirikan rumah untuk kepentingan perseorangan masih diperbolehkan. Tapi kalau dibangun pabrik itu tidak boleh,” kata dia, Rabu (29/8/2018).

Rencana itu tertuang dalam rancangan revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Rancangan revisi saat ini dalam tahap konsultasi publik.

Baca Juga :  7.480 Vaksin COVID-19 Tiba di Wonogiri, Kick Off Vaksinasi Bakal Digelar Selasa 26 Januari. Selain Tenaga Kesehatan Ada 10 Tokoh yang Akan Divaksin

Sekretaris Daerah Wonogiri Suharno mengatakan, Perda RTRW bisa direvisi sepanjang perubahannya tidak lebih dari 50 persen. Jika perubahan lebih dari 50 persen namanya pencabutan. Aris Arianto