loading...


Yosef Benyamin Yembise. Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Pucuk pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Sragen resmi berganti. Yosef Benyamin Yembise resmi dilantik menjadi Kalapas Sragen menggantikan I Made Darmajaya, Jumat (24/8/2018).

Tak hanya kali pertama bertugas di Jawa, Yosef juga mencatatkan sejarah menjadi putra pertama asal Papua yang memimpin Lapas Sragen.

Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan dilangsungkan di Lapas Kelas II A Sragen. Selain Sragen, sertijab juga digelar untuk Lapas Kelas IIB Wonogiri dari Anggit Yongki Setiawan ke Urip Dharma Yoga.

I Made Dharmajaya selanjutnya bertugas sebagai Kepala Lapas Bekasi. Sertijab dihadiri jajaran Kepala Lapas se-Soloraya dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemkumham Jateng, Heni Yuwono.

Baca Juga :  Ngeri, Kecelakaan Maut Pikap Hancur Gasak Mobil di Tol Sragen-Ngawi Wilayah Ngrampal. Dua Orang Kembali Tewas Mengenaskan

Usai dilantik, Yosef yang pernah bertugas di Nabire, Manokwari dan Sulsel, mengakui agak surprise dipercaya mengemban tugas sebagai Kalapas Sragen.

Meski baru pertama kali, menurutnya tugas di Sragen bukan berarti menghadirkan tantangan baru. Baginya bertugas di tanah kelahirannya, Papua, maupun di Sragen sama saja karena masih satu negara.

“Ini masih indonesia juga. Di Sragen, di Papua juga tugasnya sama-sama untuk pelayanan masyarakat di Lapas. Fokus ke depan, ada banyak program dari pusat, salah satunya revitalisasi Lapas. Bagaimana mengembalikan marwah pemasyarakatan. Pokoknya LP Sragen harus bebas narkoba dan Pungli,” paparnya.

Baca Juga :  Pimpin Polres Sragen, Ini 5 Target Utama Yang Akan Dijalankan AKBP Yimmy Kurniawan!
Kadivpas Kanwil Jateng, Heni Yuwono saat memberikan ucapan selamat kepada Kalapas Sragen yang baru, Jumat (24/8/2018). Foto/Wardoyo

Sementara, Kadivpas Kanwil Kemkumham Jateng, Heni Yuwono berpesan agar para pimpinan Lapas yang baru dan mendapat promosi, bisa belajar beradaptasi dan merangkul semua jajaran internal.

Untuk Kalapas Sragen, ia juga berharap bisa membersihkan citra Lapas Sragen yang selama ini masuk peta rawan peredaran narkoba.

“Kami punya petanya dan banyak kejadian di sini (LP Sragen) ditemukan sabu. Saya juga pesan, rangkullah teman-teman kita, kalau tidak mau,  sekolahkan di Kanwil!” tegasnya. Wardoyo

Loading...