loading...


SOLO– Tim olah TKP kasus dugaan pembunuhan di Jalan KS Tubun, Timur Mapolresta Surakarta mengambil sampel darah korban yang tertinggal di lokasi kejadian. Pengambilan sampel darah tersebut merupakan salah satu rangkaian olah TKP yang dilakukan oleh tim Polda Jateng.

Polresta Surakarta diback up Polda Jateng menggelar olah tempat kejadian perkara, Jumat (24/8/2018) pada kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan Iwan Adranacus (40) dan menewaskan seorang pengendara motor, Eko Prasetio (28), Rabu (22/8/2018) lalu. Olah TKP digelar mulai dari tempat awal kejar-kejaran antara tersangka dan korban hingga ke titik meninggalnya korban.

Baca Juga :  Solopeduli Gelar Pengobatan Gratis di Ulang Tahun  ke 12 Tahun Majalah Hadila
Triawati

Tim Ditlantas Polda Jateng menggunakan metode traffic accident analysis (TAA) tiga dimensi dalam olah TKP. Selain itu, juga melibatkan tim Labfor Bareskrim Mabes Polri dan Tim Inafis Polda. Olah TKP diawali oleh tim TAA Polda Jateng yang melakukan pemotretan dan pengambilan video dengan drone. Usai pengambilan foto dan video dilanjutkan dengan pemeriksaan dari tim Inafis dan Labfor secara bersamaan.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo mengungkapkan, ada tiga tim yang melakukan olah TKP di lokasi kejadian yakni dari Dirlantas, Inafis, dan Labfor Polda Jateng untuk menambah pembuktian guna memperkuat penyidikan yang dilakukan oleh Polresta Surakarta.

Baca Juga :  Unisri Edukasikan Pengelolaan Komunikasi
Triawati

“Kegiatan Olah TKP seperti yang dilihat bersama sudah diselesaikan dengan lancar. Pada prinsipnya kami sudah mendapatkan apa yang dibutuhkan untuk mendukung penyidikan. Kami tidak main-main melakukan penyidikan kasus ini. Penyidikan dilakukan secara profesional, maka semua yang bisa mendukung penyidikan diturunkan supaya berjalan dengan profesional dan transparan serta dapat dipertanggng-jawabkan,” tandasnya.

Kapolresta berharap masyarakat membantu Polri dengan memberikan dukungan moral dan informasi yang sifatnya konstruktif.

“Kami berharap masyarakat mendoakan dan memberikan informasi yang sifatnya konstruktif supaya proses penyidikan berjalan lancar. Saya juga berharap masyarakat tidak terpengaruh isu negatif dan hoax yang bisa memecah belah persatuan,” tukasnya. Triawati PP

Loading...