JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Kegiatan Penyerapan Gabah Tak Boleh Berlangsung Sesaat

Rakor dewan ketahanan pangan di Sukoharjo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Rakor dewan ketahanan pangan di Sukoharjo

SUKOHARJO-Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi mengatakan upaya perwujudan penyerapan gabah/beras hasil produksi petani yang maksimal membutuhkan komitmen bersama. Penyerapan juga tidak boleh sesaat saja.

Komitmen bersama melibatkan seluruh stakeholder. Meliputi lembaga pemerintahan, swasta seperti gapoktan, pemilik rice mill maupun masyarakat.

Sehingga, sebut dia, kegiatan penyerapan gabah petani oleh Bulog tidak menjadi kegiatan yang sesaat tetapi menjadi kegiatan yang berkelanjutan. Dengan demikian program swasembada beras juga swasembada produk pertanian lainnya bisa terealisasi.

Baca Juga :  Update Corona Sukoharjo, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 Menjadi 95, Sebaran Masih di 10 Kecamatan

“Disinilah peran strategis Dewan Ketahanan Pangan sebagai lembaga koordinasi lintas sektor yang mensinergikan seluruh program lintas sektor terkait pangan untuk memaksimalkan pencapaian target yang telah ditetapkan yang diharapkan mampu memperkuat fungsi koordinasi Dewan Ketahanan Pangan untuk mewujudkan Swasembada Pangan Nasional,” jelas Wabup, Rabu (8/8/2018).

Baca Juga :  Mendekati Angka 100, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Corona di Sukoharjo Mencapai 98

Wabup menyebutkan, pangan merupakan komoditas penting dan strategis, mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.

Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan Sukoharjo, Widodo W
mengharapkan adanya masukan dari stakeholder yang hadir. Khususnya terkait penyerapan gabah/beras yang efektif dan efisien serta kesepakatan penyerapan gabah/beras. Aris Arianto