loading...

Kapolsek Kalijambe, AKP Marsidi saat mengecek para korban keracunan massal di Puskesmas Kalijambe, Senin (27/8/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Insiden keracunan massal terjadi di Kalijambe, Sragen. Senin (27/8/2018) dinihari puluhan warga Desa Jetiskarangpung, Kalijambe dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit setelah mendadak mengalami gejala keracunan massal.

Diduga keracunan disebabkan makanan gudangan (trancam) yang mereka santap saat mengikuti acara gerak jalan sehat HUT RI yang digelar Ikatan Muda Mudi Kalioso (IMKK) di desa setempat, Minggu (26/8/2018) pagi.

Data yang dihimpun di Mapolsek, total ada 91 warga di Dukuh tersebut yang terpaksa dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit Gemolong. Mereka mengalami gejala lemas, muntah setelah menyantap makanan gudangan yang dijadikan menu untuk jalan sehat.

“Total ada 91 warga yang mengalami gejala keracunan massal itu. Ada 23 yang dirawat inap di Puskesmas Kalijambe, 7 orang dirujuk ke RSUD Gemolong dan 61 orang dirawat jalan, ” papar Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Kalijambe, AKP Marsidi Senin (27/8/2018).

Kapolsek menguraikan sejauh ini belum ada korban jiwa dalam insiden keracunan tersebut. Mayoritas korban masih bisa tertangani di Puskesmas dan RSUD.

Sementara dari keterangan Ketua RT dan panitia karang taruna penyenggara kegiatan, keracunan bermula ketika Minggu (26/8/2018) pagi, sekitar 250 warga Kalioso, RT 4, Jetiskarangpung, mengikuti gerak jalan HUT RI. Gerak jalan dimulai pukul 06.00 hingga pukul 11.30 WIB.

Loading...

Selesai gerak jalan kurang lebih jam 08.00 WIB, warga kemudian makan pagi dengan menu nasi gudangan. Menunya terdiri dari nasi, gudangan, telor godog,tahu bacem kerupuk rambak, semangka dan minum teh anget.

“Untuk nasi gudangan di bungkus menggunakan kertas minyak,” urai Kapolsek.

Setelah kegiatan bubar dan warga pulang, tidak ada keanehan. Keganjilan baru terjadi Senin (27/8/2018) sekira  pukul 01.00 WIB. Warga yang memakan nasi bungkus tersebut satu persatu mulai merasakan sakit.

Adapun yang dirasakan adalah muntah, diare, pusing, panas, dan perut mual, kemudian korban memeriksakan diri ke puskesamas kalijambe.

“Saat ini masih dalam penyelidikan dan penanganan dari dinas kesehatan,” tukasnya. Wardoyo

Loading...