loading...
Loading...
Ilustrasi/Tribunnews

SEMARANG – Keberhasilan seseorang salah satunya tak pernah lepas dari bagaimana cara irang itu melakukan branding atas dirinya sendiri.

Setidaknya, hal itu diungkapkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ia membeberkan cara mempopulerkan diri dalam pemilihan gubernur (Pilgub) 2018.

Pemilik akun Twitter @ganjarpranowo itu memanfaatkan media sosial sebagai satu sarana.

Hal ini diungkapkan Ganjar saat menjadi pembicara dalam seminar Be Good and Be Great, How to Build a Brand di Hotel Oak Tree Semarang, Selasa (21/8). Seminar itu digelar Radio Sonora, salah satu Grup Kompas Gramedia.

Baca Juga :  Kisah Miris Siswa-siswi MI di Kalisidi Semarang Yang Belajar di Tengah Ancaman Maut. Bangunan Retak dan Atap Sering Berjatuhan, Was-was Sewaktu-Waktu 

Ganjar mengatakan, branding (citra) diri dilakukan seusai dia ditunjuk PDIP sebagai bakal calon yang diusung partai. Ini dimulai saat pilgub 2013. Tak hanya ingin menang, branding diri dilakukan sebagai pembeda dari lawan.

Pun setelah resmi dilantik sebagai gubernur, pria kelahiran Karanganyar itu lantas membuat pola komunikasi yang mudah dengan rakyat melalui media sosial.

Baca Juga :  Hendak Maling Jemuran, Remaja Asal Jompo Mendadak Terpental dan Tewas Mengenaskan 

“Kemudian, melakukan polling hingga cita-cita mulai menciptakan pelayanan mudah, murah, dan cepat dapat kita kerjakan,” ungkapnya.

Dia berujar, yang lebih penting dalam hal branding adalah pembuktian janji-janji dan progam kerja selama kampanye. Menurutnya, tujuan akhir dalam personal branding adalah kerja nyata.

“Jadi branding itu singkatnya kita tahu persis diri kita, apa yang orang sukai. Kalau seperti saya ini, politisi, ya buatlah senang masyarakat lewat kerja kongkrit, bukan sekadar janji kampanye,” tegasnya.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Bakal Lelang 11 Jabatan Tinggi di Pemprov Jateng. Tiga Jabatan Ada di Kota Solo, Simak Jadwal Pendaftarannya! 

Melengkapi pendapat itu, Pakar Branding dan Konsultan Politik, Silih Agung Wasesa mengatakan, tujuan akhir branding adalah kehadiran diri, barang, dan lainnya.

“Seperti Pak Ganjar ini, karena politisi, ya misalnya daerah sekitar lokasi tertentu banyak yang mengalami masalah, beliau harus hadir, menyelesaikan, dan otomatis nanti citra politisi baik atau buruk dapat disimpulkan publik,” paparnya. #Tribunnews

Loading...