JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Panitia Penjaringan Perdes Jirapan Dilaporkan ke Polres Sragen. Terkait Kejanggalan dan Perubahan Nilai Prestasi Pemenang Perdes 

Para peserta Perdes Jirapan, Masaran usai melapor ke Polres Sragen. Foto/Wardoyo
Para peserta Perdes Jirapan, Masaran usai melapor ke Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Panitia Penjaringan Perangkat Desa (Perdes) Desa Jirapan, Kecamatan Masaran dilaporkan ke Polres Sragen. Mereka dilaporkan atas dugaan kejanggalan dan kecurangan dalam proses seleksi Perdes di desa tersebut.

Laporan dilakukan oleh tujuh peserta seleksi Perdes Desa Jirapan, Masaran. Mereka melaporkan indikasi kejanggalan terutama terkait perubahan skor penilaian prestasi pada pemenang Perdes atas nama Sunardi SE.

Dalam laporannya, para pelapor menerangkan adanya perubahan nilai prestasi Sunardi dari awalnya hanya 5 pada pengumuman tanggal 8 Agustus 2018, menjadi dapat nilai 6 pada pengumuman kedua tanggal 10 Agustus 2018.

Laporan dilakukan Jumat (17/8/2018) sekira pukul 16.00 WIB. Salah satu peserta, Dwiningsih menuturkan pada pengumuman pertama, Sunardi memperoleh nilai prestasi 5 dan dedikasi 4, dengan akumulasi nilai komputer dan tertulis total menjadi 41.

Baca Juga :  Sosok Oemarsono, Pejabat Hebat Asli Putra Sragen Meninggal Dunia. Pernah Jadi Bupati, Wakil Gubernur Hingga Gubernur di Luar Jawa

Kemudian setelah ditemukan ada kesalahan penilaian dedikasi dan diprotes peserta lain, nilai dedikasi Sunardi direvisi jadi 1,33 namun nilai prestasinya secara mengejutkan turut berubah jadi 6 dengan akumulasi nilai total 39,33.

Nilai total pasca revisi itu hanya terpaut tipis 0,33 dari Dwiningsih yang mendapat nilai prestasi 3, dedikasi 0 dengan total nilai 39,00. Nilai Dwiningsih dan peserta lainnya tak ada perubahan.

Dengan kondisi itu, seandainya nilai prestasi Sunardi tetap 5, maka pemenang akan bergeser ke Dwiningsih.

Baca Juga :  Ketahuan Langgar Aturan, Satu Kios di Pasar Musuk Sambirejo Dibongkar Paksa. Diam-Diam Caplok Lahan Pemkab

“Yang kami laporkan kejanggalan perubahan nilai prestasi itu. Ketika nilai dedikasinya turun, kenapa nilai prestasinya berubah naik. Padahal nilai prestasi hampir semua peserta nggak ada yang berubah. Saat kami klarifikasi ke panitia, katanya ada sertifikat yang ketlisut. Kalau ketlisut kenapa yang bersangkutan nggak protes sejak awal. Tapi ketika nilai dedikasi berkurang, baru muncul alasan ketlisut. Ini yang membuat kami curiga,” papar Dwi diamini rekan-rekan lainnya yang mendampingi laporan ke Polres Sragen.

Menurutnya, langkah hukum terpaksa diambil lantaran upaya mencari titik terang dan keterbukaan dari panitia selalu berakhir penolakan.

Nilai saat pengumuman pertama
Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua