loading...
Loading...
Ilustrasi/Tempo.co

SEMARANG –  Menyusul penangkapan Angga Irwan di rumahnya di bilangan Manyaran, Semarang Barat, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (4/8/2018), Polisi akhirnya menggeledah rumah tinggal tersebut pada Minggu (5/8/2018).

” Sekitar 15.30 WIB saya pas sedang ngecat di rumah, terus polisi datang. Ada Inafis mengajak saya untuk menggeledah rumah terduga. Jadi saya yang mengetuk pintu dan memberi tahu istrinya kalau akan digeledah,” kata Ketua RT setempat, Ahmad Nurhadi  di kediamanya, Minggu (5/8/2018).

Baca Juga :  Kisah Miris Siswa-siswi MI di Kalisidi Semarang Yang Belajar di Tengah Ancaman Maut. Bangunan Retak dan Atap Sering Berjatuhan, Was-was Sewaktu-Waktu 

Ahmad menceritakan, istri Angga Irwan, Nur Khasanah, sempat menolak tempat tinggalnya digeledah. Polisi tetap menggeledah hingga ke kamar. Polisi menemukan tiga buku yang didsebut berisi tentang paham radikalisme, dalam lemari berwarna merah.

Angga dan keluarganya menempati rumahnya sejak 4 tahun lalu, namun tidak menyertakan surat pindah. “Saat rumahnya ditempati untuk temu RT, dia (Angga) mau. Tapi karena tidak pernah hadir temu warga, jadi dari 34 KK yang ke rumah dia hanya 5 orang saja,” kata Ahmad.

Baca Juga :  Catat, 5.500 Ibu Hamil di Semarang Kini Dalam Pengawasan. Ketua IBI Ungkap 2018 Ada 7 Yang Meninggal 

Tak hanya itu, Ahmad mengatakan Angga menolak memasang bendera merah putih di depan rumahnya. Hal itu kerap terjadi saat jelang HUT RI.

Ahmad mengatakan, ia sering diperingatkan untuk berhati-hati soal Angga. Anggota Babinsa setempat menginformasikan kepadanya bahwa Angga pernah menjadi pemasok obat untuk jaringan Santoso di Poso.

Seorang ibu Angga menolak wartawan mengambil gambar dan berada di sekitar rumah. Sambil menutup muka dengan kerudungnya, ia meminta agar rumah anaknya tidak diekspos. “Tolong dihargai. Saya sebagai ibu juga punya hak. Anda juga ibu kan? Jadi tolong hargai kami,” tandas wanita tersebut.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Bocorkan Sejumlah Kriteria Calon Kandidat  Pejabat Tinggi di 11 Jabatan yang Akan Dilelang Terbuka. Salah Satunya Terkait Hubungan Ini!  

Mengenai penggeledahan dan penangkapan ini, Kepala Polda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono membenarkannya.  Polisi menduga orang yang ditangkap tersebut anggota jaringan teroris.  “Iya betul di Tegal ditangkap dua pelaku, terduga teroris anggota JAD dan di Semarang satu terduga teroris,” ujar Condro.

www.tempo.co

Loading...