loading...
Relawan dari HW UMS tengah memberi pelayanan medis kepada korban gempa di Lombok.

LOMBOK-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) juga tergerak membantu para korban yang terkena musibah gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB). UMS mengirim tim ke NTB untuk bergabung dengan relawan lainnya berjibaku membantu korban gempa sejak Selasa (7/8/2018).

Sebelum berangkat ke Lombok mereka berkumpul di Sekretariat SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) yang ada di Solo dan kemudian berangkat bersama-sama dengan para anggota SARMMI. Dari Solo mereka bertolak ke Bandara Juanda Surabaya menggunakan bus, lalu dari Surabaya menuju Lombok menggunakan jalur udara.

Tim dari UMS yang berangkat ke NTB ini berasal dari mahasiswa anggota Hizbul Wathan (HW) UMS. Mereka adalah Risqi Mei Sonjaha, Afifi Fauzi dan Itsna Rosyada.

“Di NTB kami bergabung dengan relawan Muhammadiyah lainnya yang sebelumnya sudah berada di sini. Target rencana operasi yang akan kami lakukan adalah membantu pendataan kebutuhan pokok korban bencana, pencarian dan pendataan lokasi-lokasi yang belum tertangani, pelayanan medis, serta pencarian dan pertolongan korban bencana gempa bumi,” ungkap Risqi Mei Sonjaha, salah satu reawan dari UMS lewat sambungan telepon, Kamis (9/8/2018).

Baca Juga :  Pesan Rektor UNS Prof Ravik Karsidi untuk 1.019 Wisudawan, Pegang Teguh Adalah Menjaga Tradisi Rasionalitas Dan Daya Nalar Sebagai Kaum Intelektual

 

Tim relawan HW UMS bersama relawan lain. foto: dok

Lebih lanjut Risqi Mei Sonjaya menjelaskan, dalam misi kemanusiaan ini didukung penuh oleh kampus. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang dialami warga Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Selain membawa peralatan bencana kami juga diberi obat-obatan yang nantinya akan digunakan untuk korban luka disana. Saat ini obat-obatan yang kami bawa memang belum terlalu banyak, karena rencananya kami disana juga akan survei lapangan terkait obat-obatan yang dibutuhkan. Selanjutnya kami akan menghubungi kampus untuk mengirim obat-obatan,” papar Risqi.

Baca Juga :  UMS Wisuda 1.379 Mahasiswa, Ketua MTA Ahmad Sukina Salut dengan Kemajuan Kampus

Keberangkatan tim tersebut sebagai tim penghubung dengan potensi-potensi yang ada di UMS. “Kami akan berkomunikasi terus dengan teman-teman di Solo terkait kebutuhan dan perkembanganya akan di koordinasikan kepada potensi SAR UMS maupun pimpinan UMS,” ujarnya.

Begitu tiba di lokasi bencana, tim ini sudah disibukkan dengan upaya pertolongan. “Kami langsung disibukkan dengan pelayanan medis terhadap korban. Sasaran warga yang kami tuju yaitu tempat yg belum tersentuh relawan, sehingga kita mendirikan posko rintisan,” ujar Risqi.

Dikatakannya, mereka membutuhkan personel tambahan. Selain akan mengupayakan anggta HW dari Mataram, mereka juga akan mengusahakan angota tambahan dari HW Solo,” katanya.

Baca Juga :  HMPSA Unisri Gelar Semnas Pengembangan Kemampuan Menghadapi Persaingan Global

Mereka saat ini membuka posko rintisan di Dusun Bulan Seku, Desa Geglang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. “Selain pelayanan medis, kami juga punya target membantu membuka sanitasi darurat karena sanitasi di lokasi lumpuh,” ujarnya. (Tim Akademia UMS | Bangkit Nurullah)

 


Loading...