loading...

Ribuan warga Jambanan dan Sidoharjo saat menyaksikan pentas ketoprak Sedap Malam dan Ari Ndayak dalam puncak Peringatan HUT RI di lapangan Jambanan, Selasa (28/8/2018) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Ribuan warga dari berbagai dukuh di Jambanan dan Sidoharjo memadati lapangan volly Brojodento, Dukuh Kwayon, Desa Jambanan, Sidoharjo, Selasa (28/8/2018) malam. Mereka antusias menyaksikan acara ketoprak humor yang dipentaskan Grup Sedap Malam dan Ari Ndayak.

Ribuan warga besar kecil tua muda antusias memadati lokasi lapangan hingga meluber ke jalan-jalan. Bahkan saking antusiasnya menyaksikan, anak-anak tetap tak beranjak dari depan panggung meski sudah lewat dinihari.

Sajian pentas ketoprak yang dibawakan grup Sedap Malam dengan lakon “Mrucut Soko Gendongan” itu memang cukup menyita perhatian. Lakon itu mengisahkan seorang pemimpin yang memenangi pentas pemilihan karena menyebar uang tembakan dan kemudian berakhir tragis terjerat kasus korupsi.

Meski tema terbilang berat,  penampilan kocak para pemain saat memainkan cerita ternyata banyak menghibur dan mengundang gelak tawa.

Pentas ketoprak malam itu makin lengkap dengan kehadiran Kades Jambanan, Sugino Welly dan tokoh masyarakat. Termasuk Ketua Fraksi PKB DPRD Sragen, Faturrohman juga hadir dari awal hingga pentas berakhir.

“Sengaja malam ini puncak peringatan HUT RI di Jambanan kita hadirkan pentas ketoprak humor. Alhamdulilah respon masyarakat sangat bagus. Mudah-mudahan tahun depan bisa digelar lagi dengan lebih meriah, ” papar Sugino di sela acara.

Loading...

Menurutnya, sajian ketoprak dipilih sebagai agenda pamungkas peringatan HUT RI, karena tingginya antusias warga pada perhelatan ketoprak yang dibawakan Grup Asitras Sragen dua hari sebelumnya di Lapangan Desa Jambanan. Selain memberi hiburan untuk masyarakat, pentas ketoprak sengaja dipilih sebagai wujud nguri-uri budaya dan kesenian tradisional.

Foto/Wardoyo

Terlebih, selama ini Jambanan sangat dikenal sebagai salah satu daerah gudangnya seniman dan seni.

“Jambanan itu dari dulu sudah gudangnya seni tapi klenengan dan campursari. Dan klenengan kita itu bagus-bagus. Tapi untuk ketoprak kan sepertinya belum ada. Makanya untuk menghilangkan kebosanan, kita hadirkan ketoprak. Buktinya, Alhamdulillah masyarakat sangat terhibur dan banyak sekali yang menyaksikan. Ini juga supaya kesenian ketoprak juga nggak hilang,” terang Sugino.

Sementara, Anggota DPRD Sragen dari PKB, Faturrohman mengapresiasi ide karang taruna dan Pemdes Jambanan menhadirkan hiburan ketoprak di tengah masyarakat. Menurutnya hal itu sangat positif untuk melestarikan seni tradisional utamanya ketoprak yang memang sudah lama nyaris tak terdengar gaungnya.

“Saya rasa apa yang dilakukan Jambanan ini sangat bagus. Intinya bagaimana ketoprak yang merupakan seni tradisional adi luhung bisa dilestarikan dan berkembang lagi di Sragen,” paparnya.

Menurutnya di Sragen sendiri juga sudah ada kelompok-kelompok seni ketoprak. Dengan adanya pentas di masyarakat, hal itu diharapkan bisa menjaga eksistensi seni budaya ketoprak di Sragen.

“Masyarakat juga tanggapannya ternyata sangat bagus. Ini membuktikan kalau sebenarnya masyarakat sudah kangen dan rindu dengan seni tradisional maupun ketoprak. Puluhan tahun nggak pernah ada pentas ketoprak di masyarakat. Apalagi ketoprak lebih luwes untuk menyampaikan pesan ke masyarakat,” terangnya. Wardoyo

 

Loading...