loading...
Loading...
Ilustrasi Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat menunjukkan dua pucuk pistol yang dijadikan senjata oleh sindikat perampok juragan beras yang dilumpuhkan di Semarang. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Aksi komplotan rampok yang digawangi Kades Kaloran, Kecamatan Gemolong,  Suraya (54) dan Kadus Jenalas, Jamin (55) di Kudus, Kamis (2/8/2018) malam, terbilang cukup sadis. Tak hanya menodongkan pistol, mereka juga sempat memukuli korban sebelum menggasak uang Rp 350 juta milik pengusaha itu.

“Jadi sewaktu korban yang naik mobil dan membawa uang Rp 350 juta untuk digandakan, para pelaku mengadang mereka dengan mobil Xenia. Kemudian tiga orang tersangka itu turun lalu masuk ke mobil korban. Mereka menodongkan senjata api dan memukuli korban. Setelah itu merampas uang Rp 350 juta dan kabur, ” papar Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, Sabtu (4/8/2018).

Setelah beraksi, Kades asal Dukuh Thileng RT 8, Kaloran itu dan dua orang komplotannya, Bayan Desa Jenalas, Jamin (55) warga Dukuh Pendem RT 10, Desa Jenalas dan Kustadi (55) asal Kampung Gemulung RT 10/4, Kwangen, Gemolong, pulang ke Gemolong untuk berbagi hasil rampokan.

Baca Juga :  Warga Kandangsapi Jenar Geruduk Inspektorat Sragen Laporkan Dugaan Penyimpangan Mantan Kades. Diduga Sewakan Tanah Kas Desa Sampai 2024 Tanpa Lelang

Namun belum sempat menikmati hasilnya,  jejak kriminal mereka terlacak. Hanya selang beberapa jam, polisi mengendus aksi mereka sebelum kemudian menggerebeknya.

Ketiga pelaku digerebek secara beruntun di rumahnya masing-masing Jumat (3/8/2018) pagi sekira pukul 08.00 WIB.

“Tiga tersangka langsung kita amankan di rumahnya masing-masing. Penangkapan kita lakukan setelah menerima laporan dari korban yang berasal dari Kudus. Begitu ditangkap, tadi langsung kita limpahkan ke Polres Kudus yang merupakan lokasi kejadian dan menangani kasusnya, ” papar Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman didampingi Kapolsek Gemolong, AKP Supadi,  Jumat (3/8/2018).

AKP Supadi menguraikan aksi perampokan itu terjadi di wilayah Ngundakan, Kudus, Kamis (2/8/2018) malam. Korban adalah seorang pengusaha setempat yang tertarik dengan tawaran penggandaan uang oleh seseorang bernama Edi.

Baca Juga :  Bupati Sragen Ungkap Ada PNS di Sragen Pakai Cadar. Imbau Agar Tak Foto Selfie! 

Edi menjanjikan bisa mempertemukan korban dengan dukun pengganda uang yang menjanjikan uang Rp 350 juta milik korban bisa berlipat menjadi Rp 750 juta.

Sesaat setelah mengambil uang dari bank, korban yang berada di mobil bersama Edi, mendadak diadang oleh mobil Xenia. Setelah dihadang, turun tiga orang membawa pistol dan menodongkannya ke arah korban.  Ketiganya kemudian menggasak uang Rp 350 juta itu.

“Aada teman korban yang sempat memotret nomor polisi mobil Xenia dan setelah dilacak ternyata menuntun pada ketiga perampok asal Gemolong yang digawangi Pak Kades itu dan langsung kita amankan, ” tegas AKP Supadi. Wardoyo

 

Loading...