loading...
Loading...
Gadhing Panjalu (tengah) saat menerima wayang dari Wabup Sragen, Dedy Endriyatno sebelum pentas wayang di Taman Krido Anggo Sragen, Selasa (31/7/2018) malam. Foto/Wardoyo0

SRAGEN- Untuk makin mematangkan kemampuan, selepas SMK, Gadhing memutuskan melanjutkan ke ISSI Solo jurusan seni pedalangan. Seiring dengan kemampuannya yang makin menanjak, nama Gadhing juga mulai masuk jajaran dalang papan atas.

Honor mentasnya pun juga ikut meroket. Jika awalnya hanya Rp 10 juta sekali mentas, kini honornya pun sudah berlipat-lipat.

“Kalau soal tarif fleksibel karena seni itu tidak ada banderolnya. Seni itu soal olah rasa sehingga saya enggak mau mematok tarif. Yang penting bisa berkontribusi melestarikan budaya jawa dan memberi hiburan positif bagi masyarakat, itu rasanya sudah senang. Dan alhamdulilah dari hasil manggung, sekarang bisa membiayai kuliah sendiri. Itu sudah kebanggaan tersendiri bagi saya, ” urainya.

Baca Juga :  Kecewa Besaran UMK, Buruh di Sragen Mengaku Terima dengan Terpaksa. Berharap Angka Ketetapan Gubernur Bisa Naik Lagi! 

Sementara,  Putut mengakui bakat besar dan jiwa seni yang sangat besar di putranya itu. Dengan status mahasiswa dan dalang profesional, memang membuat Gadhing harus pandai-pandai membagi waktu.

“Kalau dapat job jauh atau luar kota, biasanya dia milih yang jadwalnya hari libur kuliah. Kalau saya yang penting dua-duanya bisa jalan. Pentas tetap jalan, tapi kuliah juga tidak terganggu, “tuturnya.

Baca Juga :  Innalillahi, Anggota Polsek Masaran Bripka Kurniawan Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Siang Bolong. Pelaku Terdeteksi Kendarai Sepeda Motor

Ia mengakui salah satu kelebihan Gadhing adalah kemampuannya yang komplit sebagai seorang dalang. Kemudian putranya itu juga mampu mendalang dengan pakem menyesuaikan daerah di mana ia manggung.

“Karena setiap daerah beda-beda karakter dan pakemnya. Ada yang suka klasik ada juga yang suka non klasik. Sebagai dalang ya harus bisa semua. Dan Gadhing bisa meladeni semua pakem,” terangnya.

Baca Juga :  2 Koruptor Alsintan Jilid 1 Sragen Divonis Satu Tahun Penjara Plus Denda Rp 50 Juta. Jaksa dan 2 Terdakwa Sama-sama Terima 
Foto/Wardoyo

Satu hal lagi yang menjadi kelebiyan Gadhing, menurutnya adalah gaya sabetan ciri khas Sragenan atau yang biasa disebut khas Dung Bantengan. Kekhasan sabetan khas Sragen inilah yang menjadi ciri khas Gadhing dan membuatnya makin disegani.

“Dan ciri wayang Dung Bantengan ini sekarang jadi tren di dunia pedalangan anak muda. Karena bisa menyesuaikan dengan selera generasi milenial,” tandas Putut. (habis). Wardoyo

 

Loading...