loading...
Loading...
Ilustrasi/Tribunnews

SEMARANG – Seolah mengikuti jejak Surabaya dan Jakarta yang telah menutup lokalisasi, kini  Pemerintah Kota Semarang juga berencana menutup lokalisasi Sunan Kuning. Kabar tersebut sudah kian santer terdengar, sehingga di satu sisi membuat resah para penghuninya.

Satu di antaranya yang resah adalah Ella (35), seorang pelaku usaha di lokalisasi Sunan Kuning Semarang. Ia mengatakan, pihaknya sudah lama mendengar adanya rencana penutupan lokalisasi oleh Pemkot Semarang. Belakangan ini, kabar penutupan lokalisasi tersebut kembali berhembus.

Baca Juga :  Pemkab Semarang Buka 495 Formasi CPNS 2019. Pendaftaran Dibuka Mulai 11-24 November, Berikut Informasi Formasi dan Tahapan Pendaftarannya! 

“Ia ada kabar lagi begitu. Namun kami berharap rencana itu dikaji ulang mengingat banyak orang yang akan terdampak akibat rencana itu,” katanya saat ditemui di sela diskusi kesehatan di tengah sampah masyarakat di Gedung Aula Lokalisasi Sunan Kuning, Kamis (2/8/2018).

Baca Juga :  3.245 Pengendara di Pekalongan Terkena Tilang. Sebagian Adalah PNS, Paling Banyak Swasta dan Pelajar 

Ia menuturkan, penutupan Sunan Kuning bukanlah solusi untuk mengatasi persoalan penyakit masyarakat di kawasan itu.

Selain itu, ada banyak orang yang sehari-hari mengandalkan penghidupan dari bisnis hiburan di Sunan Kuning.

Baca Juga :  Hendak Maling Jemuran, Remaja Asal Jompo Mendadak Terpental dan Tewas Mengenaskan 

“Jika ditutup, maka justru akan banyak masalah yang akan timbul. Karena itu, tentu saja kami resah. Kalau ditutup, kami kerja apa,” ucapnya.

Pemkot Semarang bersama pengelola Lokalisasi Sunan Kuning memang secara rutin memberikan berbagai pelatihan kepada para penghuni.

www.tribunnews.com

Loading...