loading...
Loading...
Ketua Komisi I, Suroto dan Ketua Fraksi PKB DPRD Sragen, Faturrohman saat menggelar sidak di sekretariat ujian seleksi Perdes oleh AUB di SMKN 2 Sragen, Senin (6/8/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- DPRD Sragen menemukan indikasi kecurigaan terhadap pelaksanaan ujian seleksi perangkat desa (Perdes) yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) AUB Solo di Sragen. Dalam ujian CAT yang diikuti 2.271 peserta itu, DPRD menemukan nilai peserta yang mencurigakan dan komputer peserta yang sempat hang hingga memicu kepanikan peserta.

Hal itu terungkap saat digelar inspeksi mendadak (Sidak) yang digelar Ketua Fraksi PKB Sragen, Faturrohman bersama Ketua Komisi I, Suroto. Sidak digelar di lokasi ujian yang bertempat di Gedung SMS dan SMKN 2 Sragen.

Dari empat LPPM yang digandeng untuk seleksi Perdes hanya AUB yang menggelar ujian di Sragen. Setiba di ruang sekretariatan ujian di SMKN 2 Sragen, dua legislator itu sempat kaget saat melihat lembar hasil nilai ujian pidato untuk peserta seleksi mutasi Perdes.

“Ini kenapa nilainya semua item bisa sama semua,” seloroh Fatur melihat lembar nilai beberapa peserta mutasi yang kedapatan nilainya sama semua.

Baca Juga :  Info Terbaru Rekrutmen CPNS Sragen Mulai Diumumkan Hari Ini. Besok Dimulai Pendaftaran, Simak Tahapannya Berikut! 

Nilai yang ditulis tangan itu juga menunjukkan angka besar seperti 85 dan 80. Saat ditanya nilai yang muncul bisa seragam padahal item penilaiannya beda-beda, petugas dari AUB beralasan nilai sama memang memungkinkan dan bisa terjadi.

Selesai di sekretariat, tim mengecek ke ruangan ujian. Sempat ada keluhan dari peserta bahwa ujian di sesi pertama terjadi eror dan komputer mendadak hang.

Sidak di ruangan ujian CAT. Foto/Wardoyo

Faturrohman juga sempat meminta petugas untuk membukakan server pusat di setiap ruangan. Meski sempat menolak, akhirnya petugas dari AUB mau memperlihatkan server yang di dalamnya berisi daftar peserta, lembar soal dan jawaban peserta.

Petugas bernama Selfi itu juga sempat menyampaikan bahwa soal ujian terdiri dari dua jenis yaitu paket 1 dan 2. Menurutnya ada 1000 soal yang diacak sehingga sama-sama peserta mendapat paket soal sama belum tentu urutan nomor soalnya sama.

Baca Juga :  Gudang Pabrik Mebel Sebelah Pabrik Presiden Jokowi di Kalijambe Terbakar Hebat. 2 Bangunan Luluh Lantak, Satpam Pabrik Jokowi Jadi Saksi Pertama

Akan tetapi saat dicek ke beberapa komputer peserta yang sedang mengerjakan, ternyata yang mendapat paket sama nomor urut soalnya juga sama.

“Kalau server itu sudah ditanam di komputer masing-masing ruangan. Tadi malam sampai jam 03.00 WIB kami di sini. Tidak ada server pusat dan tidak bisa dikontrol dari luar, ” ujarnya menjawab pertanyaan Faturrohman.

Namun soal komputer yang dikeluhkan sempat mendadak hang, Selfi mengakui hal itu terjadi pada ujian sesi pertama yang digelar pagi hari. Akan tetapi ia mengklaim server kemudian bisa lancar kembali dan ujian bisa dilanjutkan sampai nilai muncul.

Perihal indikasi pengondisian skor untuk ujian CAT yang marak beredar sehari sebelum ujian, Selfi menampik. Ia berdalih jika hanya suara saja hal itu tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Itu tidak mungkin. Karena peserta selesai langsung keluar, admin keluar dan nilai bisa dicetak, ” tukasnya.

Baca Juga :  2 Koruptor Alsintan Jilid 1 Sragen Divonis Satu Tahun Penjara Plus Denda Rp 50 Juta. Jaksa dan 2 Terdakwa Sama-sama Terima 

Sementara, Ketua Komisi I, Suroto juga menyampaikan kabar adanya indikasi permainan, praktik suap dan pengondisian skor CAT di AUB memang banyak ia dengar. Akan tetapi menurutnya yang agak sulit memang pembuktiannya.

“Koyo-koyo hampir mayoritas saya dengar begitu. Tapi yang perlu dikejar pembuktiannya, “tandasnya.

Di sisi lain, keluhan soal komputer mendadak eror dan hang juga terjadi pada ujian oleh LPPM AUB di SMKN. 2 Kedawung. Aktivis LSM Topan RI, Agus Triyono mengaku banyak dilapori peserta sesi sore yang mengeluhkan komputer mendadak eror sehingga ujian sempat kacau dan nilai tak bisa keluar.

“Tadi dari panitianya malah menyalahkan peserta katanya salah pencet-pencet. Akhirnya nilainya dijanjikan ditunda sampai jam 23.00 WIB malam. Ini kan sangat mencurigakan. Masa hanya ujian skup kecil server bisa eror, kecuali kalau ujian nasional serentak yang akses jutaan orang, ” ujarnya. Wardoyo

 

Loading...