JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tim Khusus Hewan Kurban Disnakkan Gerilya ke Lapangan. Ini Tanda Hewan Layak Kurban 

Pengecekan hewan kurban. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pengecekan hewan kurban. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Menjelang hari raya Idul Adha, tim dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Karanganyar melakukan pengecekan hewan kurban ke pedagang di Kecamatan Colomadu, Jaten, dan Kebakkramat.

Masing-masing tim yang beranggotakan empat orang termasuk dokter hewan serta  dibantu mantri Kecamatan dan mahasiswa Akademi Peternakan Karanganyar (APK), menyebar ke sejumlah titik penjualan hewan yang berada di pinggir jalan raya. Dalam pengecekan kali ini, tim hanya fokus pada pedagang kambing.

Satu per satu hewan milik para pedagang dioeriksa oleh tim. Mulai dari jenis kelamin hewan, poel (gigi kambing), kesehatan, harga jual hewan dan kondisi fisik semisal kaki, telinga, tanduk, dan mata.

Baca Juga :  Gugatan Pemindahan TPS Oleh PT Menara Santosa, Pemdes Blulukan Colomadu Diputus Bersalah dan Wajib Ganti Rugi Rp 205 Juta

“ Dari hasil pemeriksaan, semua hewan dalam keadaan sehat,” kata Pelaksana Seksi Kesehatan Hewan Disnakan, Fathurahman usai pengecekan hewan kurban, Rabu (16/08/2018).

Kambing yang dinyatakan sehat tersebut, menurut Fathurrahman, diberikan  tanda pemeriksaan dan dikalungkan pada leher kambing. Namun, Fathurahman mengatakan tanda pemeriksaan tersebut tidak menjadi sebuah kewajiban agar orang membeli hewan kurban itu.

“Untuk hewan yang laik, kita memberikan tanda pemeriksaan, artinya hewan ini laik dijadikan hewan kurban,” terang Fathurahman.

Baca Juga :  Dapat Restu Jokowi, Pemkab Karanganyar Langsung Kebut Perubahan Anggaran. Anggaran Refokusing Covid-19 Rp 247 Miliar Diperkirakan Hanya Sisa Rp 5-10 Miliar

Dijelaskan Fathurahman, berdasarkan pengecekan tadi, rata-rata kambing yang dijual berjenis kelamin jantan. Secara fisik, kambing yang telah dicek tidak memiliki riwayat penyakit berbahaya atau penyakit yang terdapat pada kulitnya.

Sementara itu, salah satu penjual kambing, Suparto, warga Dusun Balong, Desa Jetis, Kecamatan Jaten, mengatakan, empat ekor domba dan 22 kambing miliknya dinilai sehat. Namun, beberapa kambingnya juga ada yang belum poel. Wardoyo