loading...
Koreografi dari sekitar 8.000 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di lapangan Kampus 2, Selasa (14/8/2018).

SOLO- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka kesempatan bagi alumninta yang ingin kerja magang di Jepang. Alumni yang menjadi Peserta Program Magang ke Jepang akan mendapatkan gaji bersih 14 juta rupiah per bulan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMS, Taufik Kasturi mengungkapkan, sampai saat ini permintaan tenaga kerja kesehatan dari sebuah perusahaan di Jepang kepada UMS masih belum bisa terpenuhi. Perusahaan tersebut membutuhkan sekutar 1000 tenaga kesehatab per tahunnya.

“UMS belum bisa memenuhinya karena persyaratannya cukup tinggi. Tenaga yang dikirim harus memiliki kemampuan bahasa Jepang  dengan kualifikasi N3. Untuk itu UMS membuka kesempatan bagi Alumni Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya prodi keperawatan, kebidanan, dan psikoterapi untuk dididik selama 9 hingga 12 Bulan, sebelum mengikuti program magang ke Jepang,” ujarnya, Kamis (23/8/2018).

Baca Juga :  UMS Wisuda 1.379 Mahasiswa, Ketua MTA Ahmad Sukina Salut dengan Kemajuan Kampus

Ditambahkan Taufik, persiapannya memang cukup panjang, sekitar 9 hingga 12 bulan untuk bahasa, karena leveling bahasa di Jepang itu mulai N5 sampai N1.

“Itu istilah mereka untuk bisa kerja di Jepang, syaratnya penguasaan bahasa di N3, selama di Jepang 3 tahun, gaji minimal 14 juta per bulan bersih. Dan jika telah 3 tahun, akan diuji profesionalitasnya khususnya bidang bahasa dan penguasaan budaya Jepang, kalau lulus dapat bekerja kembali dengan gaji pokok 27 juta rupiah per bulan. Mereka nantinya, meski merawat lansia tetapi bekerja di Rumah Sakit dan tidak di Rumah Tangga, sedangkan tempat tinggal disediakan apartemen,” tuturnya.

Baca Juga :  Rektor UNS, Prof Ravik Karsidi: Tambah Dua Guru Besar, Jadi Kado Akhir Tahun untuk UNS

Untuk tahap pertama UMS akan mendidik tenaga magang ke Jepang sebanyak 1 kelas atau 20 orang, dan pembelajaran akan dimulai September 2018, dengan instruktur dari Indonesia dan Jepang.

“Untuk biaya pendidikan yang membutuhkan dana sekitar 20 juta rupiah per orang, kami akan melakukan kerja sama dengan  perbankan, yang pengembaliannya akan dilakukan pihak perusahaan pengguna jasa, tanpa mengurangi gaji bersih peserta magang,” pungkas Taufik. Triawati PP


Loading...