loading...
Loading...
Tim di Posko Pengaduan Seleksi Perdes Sragen saat meminta keterangan dari panitia seleksi Perdes salah satu desa. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Tim Pemkab yang ditugaskan untuk memverifikasi aduan terkait seleksi perangkat desa (Perdes) menemukan penilaian dedikasi dan prestasi di sejumlah desa ternyata bermasalah. Setelah ditemukan salah, akhirnya penilaian dedikasi prestasi itu diperbaiki dan berimbas merubah pemenang seleksi Perdes di beberapa desa.

Permasalahan penilaian dedikasi prestasi itu terungkap ketika dilakukan verifikasi oleh tim Posko Pengaduan di Inspektorat Sragen, Kamis (16/8/2018) malam. Verifikasi dilakukan atas dasar aduan dari peserta yang diterima di Posko Pengaduan.

“Tadi memang ada beberapa penghitungan nilai prestasi yang tidak betul. Misalnya ada beberapa sertifikat yang setelah kita cek di Sisdiknas ternyata tidak masuk. Akhirnya kita klarifikasi tim panitia desa, kita hadirkan juga camat dan Bagian Pemerintahan untuk dibetulkan. Sehingga secara komulasi merubah nilai peserta dan pemenangnya,” papar Inspektur Inspektorat Sragen, Wahyu Widayat, ditemui di Inspektorat Kamis (16/8/2018) malam.

Baca Juga :  Tower Smartfren di Gondang Sragen Dibobol Komplotan Maling. Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah 

Verifikasi aduan di hari terakhir tadi berlangsung maraton sejak pagi hingga berakhir pukul 22.30 WIB. Wahyu menyampaikan perubahan pemenang dampak pembetulan nilai prestasi dedikasi itu ada di sejumlah desa di dua kecamatan.

Namun saat ditanya desanya mana saja dan dua kecamatan itu mana, ia tak berkenan menyampaikan. Terkait permasalahan nilai dan konsekuensi perubahan pemenang, juga langsung disampaikan di depan tim panitia desa dan camat masing-masing.

“Kunci paling utama ada di camat untuk  memperketat verifikasi sesuai dengan hasil rekomendasi yang diberikan. Malam ini verifikasi semua aduan sudah selesai. Soal perubahan pemenang di dua kecamatan itu, biar teman-teman tim desa yang menjelaskan ke masyarakat dan peserta,” terang Wahyu.

Menurutnya, tim pengaduan itu dibentuk bupati untuk menjembatani teman-teman peserta yang merasa menemukan indikasi kejanggalan atau kecurangan. Sehingga dasar aduan mereka bisa dipertemukan dan diklarifikasi dengan menghadirkan tim desa dan camat secara langsung.

Baca Juga :  Jumlah Korban Ambruknya SMKN 1 Miri Sragen Bertambah Jadi 23 Orang. Berikut Daftar Nama Lengkap Berikut Lokasi Rumah Sakitnya! 

“Harapan kami masyarakat bisa memaklumi. Tadi sudah kita kumpulkan tim di beberapa desa di 2 kecamatan yang ada perubahan pemenang itu. Agar mereka bisa memberikan penjelasan secara persuasi ke masyarakat kalau dia mengalami kesalahan. Harapannya ini menjadi pembelajaran karena kegiatan seleksi yang bersifat massal itu kita lihat juga SDM teman-teman desa seperti itu,” tukasnya.

Sementara dari pantauan di Inspektorat, beberapa yang hadir diklarifikasi sampai malam di antaranya Gemolong, Gesi, Masaran, Kedawung dan beberapa wilayah lainnya.

Termasuk Kabag Pemdes, Suhariyanto juga terlihat berada di ruangan verifikasi hingga selesai pukul 22.30 WIB. Wardoyo

 

Loading...