JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

3 Tahun Revitalisasi Pasar Sragen Kota Terkatung-Katung, 1.000an Pedagang Galau. Atap Banyak Bocor, Lantai Berlubang Sering Celakakan Pengunjung

Kondisi bangunan Pasar Kota Sragen dari depan. Megah dari luar tapi rapuh dan bocor di dalam. Foto/Wardoyo
Kondisi bangunan Pasar Kota Sragen dari depan. Megah dari luar tapi rapuh dan bocor di dalam. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Sedikitnya 1.000an pedagang di Pasar Sragen Kota mempertanyakan program revitalisasi yang sempat dijanjikan Pemkab. Pasalnya sudah hampir tiga tahun berjalan, wacana dan tahapan pendataan yang sempat menyenangkan hati pedagang, kini justru seolah menguap tanpa kejelasan.

Hal itu terungkap dari aspirasi yang disampaikan ke pedagang melalui PPPKS (Paguyuban Pedagang Pasar Kota Sragen).

Ketua Paguyuban, Mariyo mengatakan pertanyaan soal tindaklanjut revitalisasi itu banyak disampaikan dari pedagang ke dirinya. Hal itu dikarenakan wacana revitalisasi sudah sempat ditindaklanjuti dengan action menghadirkan konsultan, pendataan pedagang hingga penjelasan mengenai Detail Enginering Design (DED) pasar yang akan dibangun.

“Sebenarnya sudah ada action pas kepemimpinan Mbak Yuni (bupati) ini. Dulu malah sudah menghadirkan konsultan, semua pedagang sudah berkali-kali diundang pertemuan rutin di dinas perdagangan. Pernah disampaikan dari penataan ukuran bahkan sampai sudah diberi gambaran DED pasar baru yang akan dibangun. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasannya. Pedagang kan kadang nggak mau tahu, mereka akhirnya tumpuannya ke saya semua yang jadi sasaran pertanyaan. Ya kadang saya juga hanya mohon sabar,” paparnya Kamis (27/9/2018).

Baca Juga :  Gagal Usung Calon, Kader dan Simpatisan PKS di Sragen Dihimbau Tetap Konsisten Taati Keputusan Abstain pada Pilkada

Pihaknya menyadari salah satu kendala mungkin ada di anggaran. Sebab pernah disampaikan biaya revitalisasi mencapai Rp 100 miliar lebih.

Pedagang juga sempat senang karena sudah ada kesepakatan bersama. Menurutnya, berbagai tindakan itu akhirnya jadi pedoman pedagang sehingga selalu menanyakan kenapa tak kunjung dibangun.

“Harapan pedagang tentu segera direalisasi. Meski kami menyadari anggaran Rp 100 miliar lebih itu daerah enggak mungkin bisa, tanpa ada dana pusat. Pasar Kota ini kan icon Kota Sragen. Apalagi pasar tradisional yang lain saja sudah terbangun rapi, masa yang wajah kotanya malah belum,” urainya.

Mariyo menguraikan pernah beberapa kali pedagang, termasuk paguyuban menanyakan ke Lurah Pasar. Akan tetapi lurah pasar juga belum bisa memberikan jawaban maupun kepastian.

Mariyo. Foto/Wardoyo

Ditambahkan kondisi bangunan Pasar Kota sendiri saat ini sudah parah. Mayoritas atap dan genting sudah bocor lantaran bangunan lawas tanpa ada renovasi.

Baca Juga :  Klaster Meluas 6 Pasien Positif Covid-19 Sragen Tulari 8 Orang, 2 Warga Positif Setelah Perjalanan dari Purwokerto dan Boyolali. Berikut Daftar 10 Pasien Positif dan 47 Sembuh Hari Ini!

Lantai juga sudah banyak berlubang sehingga tak sedikit mencelakakan pengunjung karena terjatuh. Sementara jumlah total los, kios dan pedagang yang bernaung di Pasar Kota saat ini terdata mencapai hampir 1.000 orang.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Sragen, Untung Sugihartono menyampaikan DED Pasar Kota memang sudah dibuat dan sudah diusulkan ke pusat. DED memang menjadi salah satu persyaratan usulan ke pusat.

Namun untuk kepastian kapan revitalisasi dilaksanakan, Pemda juga masih menunggu pendanaan dari pusat. Hal itu dikarenakan jumlah dana yang dibutuhkan untuk revitalisasi tak sedikit, diperkirakan mencapai Rp 200 miliar.

“Makanya kita nunggu dari pusat. Harapannya ke depan, kami bisa bersama-sama dengan pedagang untuk berkoordinasi dan mendorong ke pusat agar usulan bisa disetujui. Nanti rencananya akan dirombak total, sampai lantai tiga atau empat,” tegasnya. Wardoyo