JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

670 Personel Gabungan Siap Amankan Giat Pilpres dan Pileg 2019 di Solo

Triawati
670 personel gabungan dari Polresta Surakarta, TNI, Linmas dan Ormas mengikuti Apel Siaga Persiapan pengamanan Pilpres dan Pileg 2019, Rabu (19/9/2018), di Mapolresra Surakarta. Foto: Triawati

SOLO– Polresta Surakarta menyiapkan 670 personel gabungan untuk pengamanan giat Pilpres dan Pileg 2019 mendatang. Untuk mengetahui kesiapan personel pengamanan, digelar Apel Siaga Persiapan pengamanan Pilpres dan Pileg 2019, Rabu (19/9/2018), di Mapolresra Surakarta.

Apel yang diikuti personel gabungan, Polri, TNI, Linmas, serta Ormas tersebut juga mengikrarkan Pemilu Bersih dan Netral. Menurut Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, selain untuk melihat kesiapan seluruh personel pengamanan, melalui apel juga dapat diketahui sejauh mana kesiapan para anggota termasuk untuk kesiapan kendaraan maupun peralatannya.

“Untuk pengamanan Pilpres dan Pileg ada 670 personel yang akan dilibatkan. Selain dari Polri, personel yang dilibatkan yakni dari TNI, Linmas, Ormas dan juga instansi terkait lainnya. Tapi tidak menutup kemungkinan, jumlah personel akan ditambah sesuai dengan kebutuhan pengamanan,” urainya.

Baca Juga :  Puluhan Orang Terjaring Razia Masker Malam Hari di Plaza Manahan Solo, Bukan Bersihkan Sungai Tapi ini Sanksinya

Ditambahkan Kapolresta,  Operasi Mantap Brata Candi 2018 akan terus diadakan sampai 397 mendatang atau 21 Oktober 2019. Untuk itu, dihimbau kepada seluruh anggota agar tetap siaga dalam mengamankan jalannya pilpres dan Pileg 2019.

Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama dibacakan ikrar Pemilu bersih dan netral. Ikrar tersebut merupakan komitmen untuk mewujudkan Kota Solo yang damai. Ada lima poin yang diucapkan lalu ditirukan oleh seluruh anggota Polri dan TNI yang hadir dalam apel.

Baca Juga :  Jika Pilkada Sesuai Jadwal, Wakil Sekretaris DPW PPP Jateng Berharap Coblosan Dilakukan COD, Begini Penjelasannya

Lima poin tersebut adalah, pertama, bersikap netral pada Pemilu Prresiden dan Pemilu legislatif tahun 2019 sesuai peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku. Kedua, tidak menggunakan wewenang dukungan politik dan keberpihakan dan kontenstan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif tahun 2019. Ketiga, tidak memberikan kepastian dinas maupun pribadi guna kepentingan politik kontestan pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif tahun 2019. Keempat, tidak memakai dan memasang atribut kontestan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif tahun 2019. Dan kelima, bersama-sama bersatu mempercepat persatuan kesatuan keamanan ketertiban dan menjaga perdamaian selama Pemilu Presiden dan Pemilu legislatif 2019. Triawati PP